Liputan6.com, Jakarta - Potongan diduga bagian tubuh Kunaefi korban mutilasi di wilayah Cipayung, Depok, kembali ditemukan. Kali ini sepasang betis.
Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Immanuel mengatakan, Polda Metro Jaya dibantu Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok menemukan potongan tubuh itu di aliran Kali Grogol, Pancoran Mas.
Advertisement
"Sehari setelah penemuan yang kemarin penemuan paha. Hari ini penemuan sepasang kaki bagian betis," ujar Breggy di lokasi penemuan, Kamis (20/8/2026).
Breggy menjelaskan, Polda Metro Jaya akan membawa potongan kaki tersebut ke rumah sakit untuk dilakukan identifikasi.
"Setelah ini kami akan kirim untuk potongan mayat ini ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut," jelas Breggy.
Atas temuan potongan kaki dialiran Kali Grogol, menguatkan dengan pernyataan tersangka Saefullah yang memotong tubuh bagian kaki menjadi empat potongan. Mutilasi dengan cara memotong empat bagian kaki untuk memudahkan tersangka membuang tubuh korban di aliran Kali Licin.
"Untuk mutilasinya sendiri memang dari awal itu bagian besarnya dua, bagian tubuh atas dan bagian bawah. Kemudian dari bagian bawah itu dipotong menjadi empat bagian, yakni bagian paha dan bagian betis," terang Breggy.
Polisi Masih Cari Potongan Paha
Polda Metro Jaya kini sedang mencari potongan bagian paha korban yang masih belum ditemukan. Polda Metro Jaya terus berkoordinasi dengan SDA DPUPR Kota Depok untuk membantu pencarian potongan tubuh bagian paha korban mutilasi.
"Sisa satu masih dalam pencarian. Kami juga koordinasi terus dengan pihak SDA wilayah Depok," ucap Breggy.
Polda Metro Jaya masih melakukan identifikasi penemuan potongan tubuh bagian paha pada awal penemuan di aliran Kali Grogol. Adapun potongan tubuh bagian kaki mulai dari paha dan sepasang betis sudah dalam keadaan tidak utuh.
"Peristiwa pembunuhan itu sudah sekitar sebulan. Jadi memang untuk kondisi mayat sudah agak hancur dan sudah mulai busuk," ungkap Breggy.
Breggy mengakui, tidak utuhnya potongan tubuh korban mutilasi memberikan tantangan sehingga dibutuhkan identifikasi forensik dan membutuhkan waktu untuk mendapatkan hasil. Adapun jarak penemuan potongan tubuh sepasang betis memiliki jarak sekitar tiga kilometer dari lokasi awal pembuangan.
"Untuk penemuannya (sepasang betis) di dalam karung. Jadi memang pada saat itu berdasar pernyataan tersangka itu dibungkus dulu di plastik ataupun karung warna putih, kemudian dibungkus lagi di dalam trash bag warna hitam," tutur Breggy.
Penemuan Potongan Kaki
Sebelumnya, polisi menemukan potongan kaki yang diduga merupakan bagian tubuh Kunaefi, korban pembunuhan mutilasi tersangka Saefullah di Cipayung, Depok. Potongan tubuh tersebut ditemukan di aliran Kali Grogol, Limo, Depok, Rabu (19/8/2026).
Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya Ipda Breggy Yesaya Imanuel mengatakan potongan kaki ditemukan petugas SDA DPUPR Kota Depok saat melakukan pembersihan sampah di aliran Kali Grogol.
"Jadi hari ini, dua orang petugas dari SDA Limo melakukan pembersihan di Sungai Limo. Kemudian ditemukanlah ada potongan tubuh, diduga bagian kaki, memang hanya sepotong saja," ujar Breggy, Rabu (19/8/2026).
Petugas kemudian melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian. Tim Identifikasi Polda Metro Jaya bersama petugas terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
"Kemudian dari petugas tersebut melaporkan kepada pihak kepolisian, lalu kami menindaklanjuti, kami datang beserta dengan Unit Identifikasi dari Polda Metro Jaya," jelas Breggy.
Setelah pemeriksaan awal, potongan tubuh tersebut dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan forensik. Polisi masih perlu memastikan apakah potongan kaki itu merupakan bagian tubuh Kunaefi.
"Kami mengirimkan potongan tubuh tersebut ke forensik RS Kramat Jati, RS Polri untuk pendalaman lebih lanjut. Tujuannya untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan, kami harus memastikan itu dulu," terang Breggy.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk petugas SDA DPUPR Kota Depok yang pertama kali menemukan potongan tubuh tersebut. Keterangan para saksi akan menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut.
"Sementara ada dua saksi pertama yang menemukan dan juga ada dua lagi saksi dari dinas terkait yang bagian dari pembersihan sungai tersebut," ucap Breggy.
Potongan tubuh tersebut ditemukan sekitar empat kilometer dari lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan bagian kaki korban di aliran Kali Licin.
"Untuk sementara, dari aliran sungainya memang ini termasuk dari aliran Sungai Kali Licin, pembuangan mayat bagian bawahnya, bagian kaki. Tapi untuk itu memang kita perlu memastikan dari tim forensik RS Kramat Jati, RS Polri," tutur Breggy.