Kisah Ibu Pemberani Tolak Anak Disandera KKB, Berakhir Dibuang ke Jurang

Ada dua ibu yang berusaha mencegah kelompok bersenjata membawa paksa anak-anak mereka.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 19 Agustus 2026, 22:46 WIB
Ilustrasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). (Dok TNI)

Liputan6.com, Jakarta - Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda menceritakan kisah seorang ibu yang berusaha mempertahankan anaknya agar tidak dibawa paksa kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Ibu tersebut ditembak hingga tewas, sedangkan seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa didorong ke jurang hingga mengalami patah tulang kaki.

Ibu yang ditembak hingga tewas diketahui bernama Neregingget Magai (48). Sementara itu, ibu yang didorong ke jurang bernama Inkolung Aim dan masih menjalani perawatan di Jila.

Jozanda mengatakan dua ibu tersebut berusaha mencegah kelompok bersenjata membawa paksa anak-anak mereka. Penolakan itu berujung pada kekerasan terhadap keduanya.

"Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal di tempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki," ujar Jozanda.

"Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa," ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi ketika kelompok bersenjata membawa paksa sembilan warga sipil, termasuk anak-anak, remaja perempuan, dan seorang perempuan yang sedang hamil muda, pada Senin (17/8/2026).

 

TNI Buru KKB Penyandera Warga

Jozanda mengatakan TNI telah mengerahkan personel untuk mengejar kelompok bersenjata tersebut dan menyelamatkan sembilan warga yang dibawa paksa.

"Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini," ujarnya.

Jozanda mengecam tindakan kelompok bersenjata tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan keji dan tidak manusiawi.

Saat ini, situasi di Distrik Jila berangsur kondusif. Namun, akses transportasi udara menuju wilayah tersebut masih belum dapat dilakukan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya