Liputan6.com, Jakarta - Seekor orang utan koleksi Solo Safari bernama Didi membuat warga di sekitar Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Kentingan, Solo, geger pada Selasa (18/8/2026) sore. Satwa tersebut keluar dari exhibit (area kandang) dan berkeliaran hingga masuk ke kawasan warga.
Dari video yang beredar, orang utan berbulu cokelat itu terlihat mendatangi warung Ayam Goreng Bengawan yang berada di belakang kampus UNS. Kehadirannya membuat warga panik. Satwa tersebut bahkan disebut sempat merobohkan sepeda motor.
Advertisement
"Iya tadi sempat datang ke Ayam Bengawan, terus merobohkan sepeda motor. Saya takut terus lari," ujar Irmawati, warga Kentingan, Jebres.
Didi juga sempat terlihat duduk di atas pagar milik warga di Jalan Kyai H. Masykur, Jebres, sebelum akhirnya berhasil diamankan.
Direktur Perumda Taman Satwa Taruna Jurug (TSTJ) Achmad Syukri Prihanto membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan Didi telah berhasil dievakuasi dan kondisinya sehat.
"Sudah dibawa masuk. Kondisi sehat. Lagi diinvestigasi Solo Safari apa penyebabnya," ujar Anton.
Pihak Solo Safari kemudian menjelaskan bahwa setelah mengetahui Didi tidak berada di dalam exhibit, tim internal langsung dikerahkan ke lokasi.
"Setelah menerima informasi terkait kejadian, TSI Group segera mengerahkan tim internal yang memiliki kompetensi dalam penanganan satwa untuk melakukan pengamanan di lapangan," ujarnya.
Didi akhirnya berhasil diamankan dan dikembalikan ke exhibit dalam kondisi terkendali.
"Dalam proses tersebut, TSI Group memastikan penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan publik sekaligus kesejahteraan satwa," lanjut Danu.
Pengamanan Berlapis
General Manager Solo Safari Miyana Harikna mengatakan pengamanan di area orang utan sebenarnya telah dibuat berlapis. Namun, dari hasil pemeriksaan internal, Didi ternyata mampu mengakali sistem tersebut.
Setelah pengaman terlepas, Didi kemudian memanjat tembok pembatas hingga akhirnya keluar dari area exhibit.
"Kalau detailnya ini memang kami tadi lagi sudah ketahuan bahwa dia itu memanjat sama melepas elektrik pengaman. Di situlah intinya," ungkap Miyana.
Miyana menyebut sifat alami orang utan yang memiliki rasa ingin tahu tinggi turut menjadi faktor yang membuat Didi mampu mencoba sistem pengamanan tersebut.
"Karena dia pengamanan kami itu kan berlapis dan dia itu memang karena orang utan itu 90% bisa meniru orang toh, jadi dia itu sangat curious sekali untuk lihat dan menjalankan ini loh," kata Miyana.
Pihak Solo Safari mengetahui Didi tidak berada di kandang sekitar pukul 15.10 WIB. Tim internal kemudian melakukan pencarian dan pengamanan di lapangan.
"Jam 15.10, terus kami mengecek kondisi satwa juga kan. Setiap saat kan memang sudah ada yang jaga, ternyata kan dia tidak ada di lokasi. Nah, tim internal karena sudah memiliki kompetensi dalam penanganan satwa, akhirnya melakukan pengamanan di lapangan," terangnya.
Didi kemudian ditemukan berada di jalan raya dan berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat.
"Jadi sebenarnya hanya karena kan kita ada proses mencari sebentar tadi, kurang lebihnya itu 30 menit ya di luar kandang itu," jelas Miyana.
Evaluasi Standar Keamanan Hewan
Setelah kejadian ini, TSI Group langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur dan sistem pengamanan.
"Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari," ujarnya.
TSI Group memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan warga di sekitar UNS (Universitas Sebelas Maret) akibat insiden ini.
"Kami menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang timbul dan menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, serta kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan," pungkas Danu.