Liputan6.com, Jakarta - Viral video keributan antara dua pemilik mobil dipicu nge-tag tempat parkir. Saat dikonfirmasi Liputan6.com, peristiwa itu terjadi di kafe kawasan Wisata Pasir Angin, Bogor, pada Minggu 16 Augustus 2026 lalu dan diunggah akun Threads @radityarusydi.
Radit bercerita saat itu dirinya dan keluarga diarahkan tukang parkir dari ujung area menuju sebuah spot parkir yang disebut masih kosong. Saat mobilnya berbelok masuk ke lorong yang dimaksud, ternyata ada perempuan sudah berdiri di titik parkir.
Advertisement
Menurut Radit, perempuan tersebut mengaku sengaja berdiri di lokasi untuk “tag” parkir karena mobilnya sedang berputar mencari akses menuju tempat tersebut.
“Mbaknya kemudian jawab dengan santai, ‘Saya tag di sini, tadi mobil saya sudah muter sekali. Jadi kenapa kalau saya tag?’” kata Radit.
Radit menilai tindakan tersebut tidak adil, terlebih kondisi parkir di kawasan itu sedang penuh dan terdapat kendaraan lain yang mengantre.
“Buat gue, dari awal ini sebenarnya soal etika. Kalau mobil memang sedang muter, menurut gue lebih fair menunggu sampai fisik mobilnya benar-benar tiba, bukan menahan slot parkir dengan berdiri di tempat,” ucap Radit.
Ia kemudian bersama dua kakaknya menegur perempuan tersebut dan menjelaskan alasan mereka menganggap tindakan “nge-tag” parkir menggunakan badan tidak semestinya dilakukan.
Radit bilang, percakapan tersebut kemudian berkembang menjadi adu mulut. Salah satu kakaknya ikut terpancing emosi setelah mendapat respons yang dinilainya tidak baik dari perempuan tersebut.
Sudah Mengalah, Masalah Belum Selesai
Radit mengaku akhirnya memilih mengalah dan mencari tempat parkir lain. Namun, persoalan tersebut belum berhenti.
Ia menyebut bahwa suami perempuan tersebut kemudian menghampiri mereka di dalam area tempat makan dan mempertanyakan siapa yang memarahi istrinya.
“Gue jawab, ‘Nggak ada yang marahin. Kita cuma negur karena memang yang dilakukan tadi salah,’” ujar Radit.
Pria tersebut tetap melontarkan sejumlah pertanyaan dengan nada tinggi, termasuk mempertanyakan dasar aturan yang melarang seseorang “menandai” tempat parkir menggunakan badan.
Situasi kemudian disebut semakin memanas. Radit mengklaim pria tersebut sampai membuka baju dan menantang mereka.
Di tengah keributan itu, Radit mengatakan ada dua anak-anak yang merupakan keponakannya. Salah satunya masih berusia tujuh bulan dan sedang digendong ayahnya, sementara keponakannya yang lain berusia enam tahun dan berada dalam pelukannya.
“Ponakan gue yang masih 7 bulan sedang digendong ayahnya dan hampir kena hantam di tengah keributan. Sementara ponakan gue yang 6 tahun ada dipelukan gue sebagai omnya,” kata Radit.
Ia bilang, keponakannya yang berusia enam tahun kemudian kaget dan menangis akibat situasi tersebut. Kejadian yang awalnya hanya menyangkut tempat parkir berubah menjadi persoalan lain karena melibatkan anak-anak yang berada di lokasi.
“Di titik itu gue baru benar-benar mikir, ini sudah bukan cuma soal parkir,” ungkapnya.
Radit mengaku keluarganya kemudian mendapat masukan agar kondisi anak tersebut diperhatikan lebih lanjut. Namun, ia menyampaikan tidak ingin menyimpulkan bahwa keponakannya mengalami trauma karena dirinya bukan psikolog.
Lebih lanjut, Radit juga menekankan dirinya tidak membuat unggahan tersebut untuk mencari sensasi ataupun merugikan pihak tertentu. Ia membagikan pengalaman tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
“Tujuan awal membuat ini agar tidak terjadi hal serupa dan mengingatkan bertindak sepatutnya orang dewasa,” tandas Radit.