Liputan6.com, Jakarta - Terdapat banyak pilihan papan ketik pada ponsel pintar, tetapi aplikasi papan ketik milik Google, Gboard, tetap menjadi yang paling banyak fitur dan berkembang dengan berbagai mode input baru, seperti bahasa isyarat di seri Pixel 11.
Kehadiran fitur Quick Insert terungkap melalui bedah kode pada Gboard untuk Android versi beta (18.0.3.954559732-beta-arm64-v8a). Alat ini akan muncul sebagai ikon tanda tambah dalam bentuk belah ketupat, menambah fitur yang sudah ada.
Advertisement
Mengutip Android Authority, Selasa (18/8/2026), tampaknya fitur ini akan memanfaatkan enam sumber yang tersedia, berupa input suara, emoji atau stiker, riwayat papan klip, gambar, kontak, dan alat penulisan.
Fitur baru ini akan menampilkan gambar terbaru secara otomatis, lengkap dengan bagian pencarian untuk menemukan file lama.
Selain itu, pada opsi kontak, dapat memilih nama kontak untuk melihat detail spesifik yang ingin disisipkan atau menekan Sisip Semua (Insert all) guna memasukkan seluruh informasi sekaligus.
Meskipun fitur tersebut dinilai praktis dan cukup lengkap, namun hal ini terlihat seperti Google menduplikasi banyak metode input Gboard yang sudah ada ke dalam alat Quick Insert, sehingga kecepatannya dipertanyakan.
Mungkin seiring Google menyempurnakan Quick Insert, manfaatnya akan semakin terlihat.
Gboard Ancam Privasi
Di sisi lain, banyak informasi sensitif yang tertulis di papan ketik ponsel kamu setiap harinya. Mulai dari kata sandi, rincian finansial, pesan rahasia, riwayat pencarian internet, hingga data pribadi lainnya.
Papan ketik menjadi komponen mendasar pada ponsel, sehingga siapa pun yang peduli dengan privasi data sebaiknya memerhatikan aplikasi papan ketik yang mereka gunakan terlebih dahulu.
Pada ponsel Android, aplikasi papan ketik bawaannya adalah Google Gboard. Hal ini menjadikan Gboard sebagai aplikasi yang sangat besar.
Di Google Play Store sendiri, Gboard telah mencatat lebih dari 10 miliar unduhan—total tersebut bahkan belum termasuk unduhan dari App Store milik Apple.
Risiko Berbahaya
Namun, jangan tertipu oleh popularitasnya, karena di balik itu semua terdapat risiko yang sangat berbahaya bagi privasi data kamu.
Dikutip dari Android Police, Senin (13/7/2026), aplikasi Gboard seharusnya beroperasi secara offline tanpa memerlukan akses ke izin jaringan apa pun, sebab tidak ada pembenaran atas pengumpulan data secara rinci oleh aplikasi tersebut.
Akan tetapi, izin akses jaringan pada Gboard secara default sudah aktif dan tidak menyediakan opsi untuk menonaktifkannya. Perizinan inilah yang memungkinkan Gboard untuk menyambung ke server jarak jauh guna mengirim atau mengunduh data secara berkala.