Bitmine Menambah 9.926 Ethereum, Total Kepemilikan Jadi 5,8 Juta ETH

Aksi beli Ethereum (ETH) membawa Bitmine menjadi pemegang korporat Ether terbesar di dunia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 18 Agustus 2026, 17:28 WIB
Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bitmine Immersion Technologies telah meningkatkan cadangan Ethereum (ETH) menjadi 5.815.164 ETH yang mencakup 4,8% dari total pasokan kripto terbesar kedua.

Mengutip the block, Selasa (18/8/2026), cadangan Ethereum ini bernilai sekitar US$ 11 miliar atau Rp 196,33 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.850), menempatkan Bitmine sebagai pemegang korporat Ether terbesar di dunia. Selain itu, Bitmine juga menjadi pemilik cadangan kripto korporat terbesar kedua secara keseluruhan, hanya berada di bawah posisi Bitcoin milik Strategy yang bernilai US$ 58 miliar atau Rp 1.035 triliun.

Angka terbaru ini mencerminkan peningkatan 9.926 ETH dibandingkan pekan sebelumnya, dan membawa Bitmine mencapai 96% dari target “alchemy of 5% yang dicanangkannya, yakni menguasai 5% dari total pasokan Ether yang beredar sebanyak 120,7 juta koin.

Dari total ETH yang dimiliki lebih dari 5 juta token senilai US$ 9,6 miliar atau Rp 171,35 triliun, yang telah di-staking melalui platform MAVAN milik perusahaan dan mitra staking mereka. ETH yang di-staking tersebut mencakup 87% dari total kepemilikan 5,82 juta ETH milik Bitmine. Proyeksi pendapatan tahunan dari staking sebesar US$ 250 juta atau Rp 4,46 triliun.

Selain ETH, Bitmine menyatakan memiliki 210 BTC serta kepemilikan saham senilai US$ 180 juta di Beast Industries dan US$ 73 juta di Eightco Holdings. Perseroan juga melaporkan kepemilikan kas dan sekuritas yang dapat diperdagangkan senilai US$ 78 juta atau Rp 1,39 triliun.

Selain itu, menurut Chairman Bitmine Tom Lee, Bitmine telah membeli kembali atau buyback saham 1,7 juta saham biasa selama sepekan terakhir. Hal ini menjadikan total pembelian kembali sejak 1 Juli mencapai 20,8 juta saham, di bawah program buyback senilai US$ 4 miliar atau Rp 71,39 triliun.

 

Rasio ETH Meningkat

Ilustrasi bitcoin dan ethereum (Foto: Unsplash/Thought Catalog)

Lee mengatakan, rasio ETH/BTC berada di angka 0,02994 dan telah bergerak melampaui tren penurunan jangka panjang yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Ia mengaitkan, pergerakan ini dengan pasar yang mulai melihat "terwujudnya tokenisasi dan aplikasi AI agen (agentic-AI)," yang akan menguntungkan Ethereum. Lee juga menyebutkan, pelonggaran kondisi keuangan diperkirakan akan menjadi faktor pendorong positif bagi kripto.

"Rasio ETH/BTC ini telah meningkat selama siklus bullish kripto, didorong oleh peningkatan penggunaan Ethereum dibandingkan dengan Bitcoin," ujar Lee.

"Siklus-siklus sebelumnya didorong oleh ICO (2017-2018), NFT (2020-2021), dan stablecoin (2025). Dalam siklus kripto mendatang, kami melihat rasio ETH/BTC meningkat, didorong oleh langkah Wall Street melakukan tokenisasi di blockchain serta penggunaan blockchain oleh AI agen,” ia menambahkan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya