Hindari Ponsel Meledak Dengan Baterai Masa Depan Ini

Tim peneliti University of North Carolina menyatakan baterai lithium-ion yang mudah terbakar akan menjadi `barang kuno`.

oleh Iskandar diperbarui 15 Feb 2014, 11:00 WIB
Seperti yang diketahui, kasus ponsel meledak sebagian besar terjadi karena kondisi baterai yang ada di ponsel tidak dalam kondisi baik. Tak hanya menimpa perangkat mobile, baterai lithium-ion juga menjadi penyebab insiden kebakaran di dua pesawat Boeing 787 Dreamliner milik JAL dan All Nippon Airways.

Sebagai solusi, sekelompok peneliti tengah mengembangkan sebuah baterai lithium-ion tahan api atau tidak mudah terbakar. Tim peneliti University of North Carolina menyatakan bahwa baterai lithium-ion yang mudah terbakar akan menjadi `barang kuno`.

Menurut para peneliti, langkah pertama yang mereka lakukan untuk mengembangkan teknologi baterai masa depan ini adalah dengan mengganti elektrolit alias pelarut organik yang mudah terbakar dengan pelumas yang dikenal dengan nama perfluoropolyether (PFPE).

"Elektrolit tidak hanya mudah terbakar, tetapi mereka juga memiliki polarisasi elektrokimia yang rendah," kata pemimpin peliti Joseph DeSimone.

Namun sayangnya, baterai ini masih dalam taraf pengembangan. Mengutip laman Ubergizmo, Sabtu (15/2/2014), tim peneliti masih bereksperimen untuk memperluas konduktivitas serta meningkatkan umur baterai.

Sebelumnya tim peneliti Virginia Tech mengembangkan sebuah baterai bertenaga gula yang diklaim bisa menggantikan baterai konvensional di smartphone dan tablet. Jangka waktu yang ditargetkan untuk mewujudkan hal ini diprediksi dapat terealisasi tiga tahun ke depan atau tahun 2017 mendatang.


Baca juga:
Tak Cuma Manusia, Smartphone Juga `Konsumsi` Gula!
Microsoft Kembangkan Baterai Smartphone Yang `Always On`
Lagi! iPhone Meledak Lukai Seorang Siswi
Charger iPhone Meledak, Bayi Lagi Tidur Nyaris Celaka



POPULER

Berita Terkini Selengkapnya