Keluarga Pasien Ngamuk di RS Gara-Gara Balita Meninggal

Pihak rumah sakit jelaskan kejadian sebenarnya.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 17 Agustus 2026, 12:35 WIB
Tangkapan video viral keluarga pasien yang meluapkan kemarahan di RSU Handayani, Lampung Utara. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Video keluarga pasien yang meluapkan kemarahan di RSU Handayani, Lampung Utara viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang pria memprotes keras pelayanan rumah sakit setelah anaknya yang berusia 4 tahun meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Peristiwa itu disebut terjadi di ruang IGD RSU Handayani pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut tampak merekam suasana di dalam rumah sakit sembari menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai, penanganan terhadap anaknya berjalan lambat dan kurang sigap.

"Pasien masuk jam dua, penanganan kurang," ujar pria tersebut dalam video.

Ia kemudian meminta petugas keamanan dan dokter keluar menemuinya. Pria itu juga berulang kali menyatakan akan menyebarluaskan video tersebut ke media sosial.

"Nyawa soal anak, nyawa anak. Penanganan kurang itu," katanya.

Dalam rekaman lainnya, pria tersebut meminta dokter keluar dan mempertanyakan penanganan medis yang diberikan kepada anaknya.

"Keluar kamu orang, dokter! Saya viralkan," ucapnya.

Video tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Namun, tudingan mengenai lambannya pelayanan medis tersebut mendapat klarifikasi dari pihak RSU Handayani.

Penjelasan Rumah

Melalui keterangan resmi di akun Instagram @rumahsakithandayani, RSU Handayani menyampaikan duka cita atas meninggalnya pasien yang disebut datang dalam kondisi kritis setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

Pihak rumah sakit menyatakan pasien langsung mendapatkan penanganan kegawatdaruratan setelah tiba di IGD.

"Pasien datang ke IGD dalam kondisi kritis pascakecelakaan lalu lintas dan segera mendapatkan penanganan kegawatdaruratan," demikian keterangan RSU Handayani.

Rumah sakit juga menyebut sejumlah pemeriksaan dan tindakan medis telah dilakukan. Di antaranya pemeriksaan penunjang seperti CT scan kepala, pemeriksaan oleh dokter spesialis, perawatan intensif, hingga proses rujukan sesuai kondisi klinis pasien.

Saat kondisi pasien memburuk, tim medis disebut telah melakukan tindakan resusitasi dan berbagai upaya penyelamatan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil investigasi bersama pihak terkait, RSU Handayani menyatakan pelayanan terhadap pasien telah diberikan sesuai standar operasional prosedur (SOP), indikasi medis, serta standar pelayanan yang berlaku.

Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang aman dan profesional, sekaligus menjaga kerahasiaan pasien.

"RSU Handayani berkomitmen memberikan pelayanan yang aman, profesional, serta senantiasa melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan," tulis pihak rumah sakit.

RSU Handayani menyatakan tetap terbuka terhadap evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya