Warga Mulai Bersihkan Puing Pascagempa NTT

oleh Arie BasukiDiterbitkan 16 Agustus 2026, 12:27 WIB
Warga Mulai Bersihkan Puing Pascagempa NTT
Warga di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur mulai membersihkan puing dan material bangunan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, Minggu (16/8/2026). Di Ruteng, Manggarai, pekerja membersihkan puing dari sebuah gedung bank yang rusak akibat gempa. Di Lembor, warga juga terlihat membersihkan material dari rumah yang terdampak. Sementara warga lainnya masih bertahan di tenda darurat dan ruang terbuka untuk mengantisipasi gempa susulan. BNPB mencatat sementara 9.290 warga mengungsi. Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar mencapai 3.356 jiwa, disusul Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.
Pekerja membersihkan puing-puing dari sebuah gedung bank yang rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 16 Agustus 2026. (AFP/ Juni Kriswanto)
Para pekerja membersihkan puing-puing dari sebuah gedung bank yang rusak akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 16 Agustus 2026. (AFP/ Juni Kriswanto)
Seorang pria membersihkan puing-puing rumah yang rusak akibat gempa di Lembor, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Minggu, 16 Agustus 2026. (AP Photo/Firdia Lisnawati)
Warga tinggal di tenda darurat di tengah kekhawatiran akan gempa susulan setelah gempa bumi melanda Lembor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, pada hari Minggu, 16 Agustus 2026. (Foto AP/Firdia Lisnawati)
Warga tampak berjaga setelah menghabiskan malam di lapangan terbuka di Desa Nangahale, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 16 Agustus 2026. (AFP/ Arnold Welianto)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya