Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan pemerintah terus bergerak cepat menangani warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Teddy menyampaikan sebanyak 50.000 paket sembako dari Bantuan Presiden (Banpres) diberangkatkan ke Maumere untuk warga terdampak gempa.
"Telah diberangkatkan ke Maumere berupa 50.000 paket sembako dari Banpres untuk masyarakat terdampak," kata Teddy melalui keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Advertisement
Menurut dia, Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dibutuhkan.
Teddy menyebut Prabowo juga telah menugaskan beberapa pejabat pusat untuk ke Labuan Bajo dan Maumere pada Sabtu (15/8/2026) hari ini. Mulai dari, Menko PMK Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsma Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial, serta Tim dari PLN, Telkom, Pertamina, dan Bulog.
"Pemerintah akan terus hadir dan memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan tepat," tutur Teddy.
Data Terkini Korban
Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 47 orang .
Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (15/8) pukul 19.48 Wita, sebaran korban meninggal meliputi Kabupaten Manggarai 24 orang, Kabupaten Manggarai Timur 17 orang, Kabupaten Sikka 3 orang, Kabupaten Ngada 1 orang dan Kabupaten Ende 1 orang.
Petugas gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penanganan medis bagi korban luka-luka.
Bangunan Rusak
Kerusakan bangunan dan fasilitas antara lain, rumah rusak berat: 157 unit, rumah rusak sedang 41 unit dan rumah rusak ringan 148 unit. Selain itu terdampak pula 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, 6 gedung perkantoran serta fasilitas umum lainnya
BNPB menyalurkan bantuan pangan dan non-pangan, termasuk dari gudang logistik di Flores Timur. Dari Jakarta dikirim total 50 ribu paket seberat 275 ton, namun yang baru tiba 10.500 paket .
Hingga saat ini tim SAR masih melakukan upaya pencarian terhadap korban lain yang masih terjebak reruntuhan gedung.