Bunyi Gredek Saat Motor Matik Mulai Jalan, Komponen Ini Patut Dicurigai

Motor matik mulai gredek atau berdecit saat berakselerasi? Kenali penyebabnya, mulai dari kampas ganda, mangkok kopling, hingga V-belt, serta cara merawat CVT.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 16 Agustus 2026, 18:28 WIB
Gambaran kerusakan pada motor matic.

Liputan6.com, Jakarta - Suara gredek saat motor matik mulai berjalan atau bunyi berdecit ketika berakselerasi mungkin terdengar sepele. Kondisi tersebut ternyata bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT).

CVT memiliki peran penting dalam menyalurkan tenaga mesin menuju roda belakang. Jika salah satu komponennya mengalami masalah, bukan hanya kenyamanan berkendara yang terganggu, tetapi performa motor juga dapat menurun.

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bunyi gredek umumnya berkaitan dengan proses kerja kampas ganda dan mangkok kopling.

Saat motor mulai berjalan, kampas ganda akan menempel pada mangkok kopling untuk meneruskan tenaga mesin.

Jika permukaan keduanya kotor, licin, atau sudah aus, gesekan menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang terdengar sebagai bunyi gredek.

‎Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab munculnya suara tersebut. 

‎Pertama, penumpukan debu akibat gesekan komponen CVT yang menempel pada kampas ganda maupun mangkok kopling dan mengurangi daya cengkeram.

Kedua, permukaan mangkok kopling yang licin atau mengalami glazing. Kondisi ini dapat terjadi akibat panas berlebih sehingga gesekan dengan kampas ganda tidak lagi optimal.

Ketiga, kampas ganda yang sudah aus. Penggunaan secara terus-menerus membuat permukaan kampas menipis atau bahkan terbakar sehingga kemampuannya mencengkeram mangkok kopling ikut menurun.

Kerusakan lain

Sementara itu, bunyi berdecit juga dapat berasal dari V-belt. Komponen ini bisa menimbulkan suara ketika kondisinya mulai kering, getas, aus, atau licin.

Selain menimbulkan suara, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi efisiensi penyaluran tenaga mesin.

‎Oleh karena itu untuk mencegah masalah semakin parah, Wahana Makmur Sejati menyarankan pemeriksaan dan pembersihan area CVT secara berkala.

Pembersihan dapat dilakukan setiap 2.000 sampai 5.000km, atau disesuaikan dengan kondisi dan pola penggunaan motor.

Jika kampas ganda maupun V-belt sudah menunjukkan tanda keausan atau kerusakan, komponen tersebut juga perlu segera diganti.

Pemeriksaan berkala di bengkel resmi diperlukan agar kondisi setiap bagian CVT dapat diketahui sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih serius.

‎Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan konsumen sebaiknya tidak menunggu sampai muncul bunyi gredek untuk melakukan pemeriksaan. 

‎Menurutnya, perawatan berkala dapat membantu mendeteksi kondisi komponen lebih awal sekaligus membuat biaya perawatan lebih ekonomis.

Hingga, untuk perawatan, WMS didukung 293 jaringan AHASS di wilayah Jakarta-Tangerang dengan teknisi tersertifikasi Honda.

Bengkel resmi tersebut juga menggunakan Honda Genuine Parts (HGP) yang disesuaikan dengan spesifikasi sepeda motor Honda.

Dengan begitu, suara gredek maupun berdecit pada motor matik sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan biasa.

Mengenali gejalanya lebih awal dan melakukan pemeriksaan CVT secara berkala dapat membantu menjaga performa motor tetap optimal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya