Gempa NTT, Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Ende

Gempa NTT M7,7 membuat Wings Air membatalkan penerbangan dari dan ke Ende mulai 15 Agustus 2026 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 Agustus 2026, 18:45 WIB
Wings Air (Deon/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Wings Air menghentikan sementara seluruh penerbangan berjadwal dari dan menuju Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai Sabtu (15/8/2026). Keputusan ini diambil setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT dan Flores.

Penghentian penerbangan dilakukan hingga pemberitahuan lebih lanjut dengan mempertimbangkan hasil evaluasi kondisi Bandar Udara H. Aroeboesman, Ende (ENE).

Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai langkah kehati-hatian untuk memastikan keselamatan seluruh pihak dalam operasional penerbangan.

“Keputusan ini merupakan langkah kehati-hatian dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan,” kata Corporate Communications Strategic of Wings Air Danang Mandala Prihantoro dikutip dari Antara, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa berkekuatan M7,7 tersebut berpusat sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Ende.

Wings Air menyebut penyesuaian operasional tersebut merupakan force majeure, yakni kondisi di luar kendali perusahaan yang berdampak terhadap kegiatan penerbangan.

Sejumlah penerbangan Wings Air dari dan menuju Ende yang terdampak antara lain rute Kupang-Ende, Ende-Labuan Bajo, Labuan Bajo-Ende, serta Ende-Kupang.

Penerbangan yang dibatalkan sementara mencakup IW1831, IW1952, IW1953, IW1830, IW1957, dan IW1956 dengan sejumlah jadwal keberangkatan.

 

Menunggu Hasil Evaluasi

Pesawat Maskapai penerbangan Wings Air. (Dok Wings Air)

Bagi pelanggan yang terdampak pembatalan penerbangan, Wings Air memberikan pilihan untuk melakukan penyesuaian perjalanan. Penumpang dapat mengajukan reschedule atau perubahan jadwal penerbangan maupun refund atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Wings Air masih melakukan pengecekan terhadap kondisi dua bandara lainnya di Flores, yakni Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng (RTG), dan Bandar Udara Soa, Bajawa (BJW).

Kajian tersebut dilakukan melalui assessment operasional dan koordinasi dengan otoritas serta pihak terkait. Kondisi kedua bandara tersebut masih perlu dipastikan untuk mendukung penerbangan komersial berjadwal yang aman.

“Wings Air terus berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di lapangan,” kata Danang.

Wings Air menyatakan penerbangan dari dan menuju bandara yang terdampak akan kembali dibuka setelah hasil evaluasi menunjukkan kondisi telah aman dan memenuhi persyaratan operasional.

Informasi mengenai perubahan operasional selanjutnya akan disampaikan kepada pelanggan melalui kanal komunikasi perusahaan.

 

Bandara yang Masih Beroperasi

Sementara itu, hasil pengecekan dan evaluasi operasional menunjukkan sejumlah bandara dalam jaringan Wings Air di kawasan Nusa Tenggara masih beroperasi.

Bandara tersebut antara lain Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP); Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa (SWQ); Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima (BMU); dan Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo (LBJ).

Selain itu, operasional tetap berjalan di Bandar Udara Lede Kalumbang, Tambolaka (TMC); Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu (WGP); Bandar Udara Gewayantana, Larantuka (LKA); Bandar Udara D.C. Saudale, Rote (RTI); serta Bandar Udara Wonopitu, Lewoleba (LWE).

Bandara lainnya yang tetap beroperasi adalah Bandar Udara A.A. Bere Tallo, Atambua (ABU); Bandar Udara Mali, Alor (ARD); Bandar Udara Frans Seda, Maumere (MOF); dan Bandar Udara El Tari, Kupang (KOE).

Danang menegaskan Wings Air terus mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam setiap kegiatan penerbangan.

“Wings Air terus memantau perkembangan situasi dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan operasional,” katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya