Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga menghentikan sementara operasional sejumlah lembaga penyalur BBM di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai langkah kehati-hatian. Pemeriksaan fasilitas terus dilakukan untuk memastikan keselamatan, sementara stok BBM tetap dipantau agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, seluruh lembaga penyalur BBM di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai Raya, serta sejumlah wilayah terdampak lainnya berada dalam kondisi aman. Tidak ditemukan kerusakan pada sarana utama.
Advertisement
Meski demikian, Pertamina memilih menghentikan sementara operasional di sejumlah titik hingga kondisi dinyatakan aman dan seluruh pemeriksaan fasilitas selesai dilakukan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan keselamatan masyarakat dan pekerja menjadi prioritas perusahaan dalam menghadapi kondisi kebencanaan.
“Pertamina menyampaikan keprihatinan atas gempa yang terjadi di NTT. Kami terus melakukan pengecekan dan memastikan seluruh sarana penyaluran BBM dalam kondisi aman. Penghentian sementara operasional di sejumlah titik merupakan langkah kehati-hatian untuk memastikan aspek keselamatan terpenuhi sebelum pelayanan kembali dilakukan. Kami juga terus memantau stok dan menyiapkan langkah pengamanan pasokan agar kebutuhan energi masyarakat tetap dapat dilayani,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memantau kondisi di lapangan, termasuk gangguan kelistrikan dan longsor di ruas jalan Trans Ende-Bajawa.
Ketersediaan BBM Aman
Selain memastikan keamanan sarana penyaluran, Pertamina Patra Niaga juga memantau ketersediaan stok BBM di wilayah terdampak. Perusahaan menyiapkan langkah pengamanan pasokan agar kebutuhan energi masyarakat tetap dapat terpenuhi setelah kondisi memungkinkan.
Untuk wilayah Reo, Pertamina menyatakan ketersediaan BBM dalam kondisi aman. Ketahanan stok juga terus dipantau sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.
Saat ini, ketahanan stok di wilayah tersebut mencakup Avtur sekitar 9 hari, Biosolar 6 hari, Pertamina Dex 4 hari, Pertamax 5 hari, dan Pertalite 5 hari.
Di sisi lain, Pertamina melalui Pertamina Peduli menyiapkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa. Bantuan tersebut berupa makanan siap santap dan paket sembako yang terdiri dari beras, minyak goreng, susu, air mineral, roti, serta kebutuhan dasar lainnya.
Pertamina juga menyiapkan dukungan logistik berupa tenda darurat, terpal, selimut, hygiene kit, dan obat-obatan.
Bantuan tersebut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan sekitar 1.000 pengungsi di Posko Bencana Reo dan akan disalurkan melalui koordinasi dengan pihak terkait di lapangan.
Jangan Panic Buying
Pertamina terus memperkuat koordinasi dan pemantauan di wilayah terdampak untuk memastikan operasional dan layanan energi dapat kembali berjalan secara aman dan bertahap.
Pemeriksaan sarana dan fasilitas dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sekaligus keselamatan operasional. Kondisi stok BBM juga terus dipantau dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan situasi.
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying atau pembelian BBM secara berlebihan. Masyarakat juga diminta bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi melalui media sosial.
Perusahaan mengingatkan masyarakat agar mengacu pada informasi resmi pemerintah dan Pertamina terkait kondisi ketersediaan BBM maupun perkembangan layanan energi di wilayah terdampak.
Dengan langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga keberlanjutan layanan energi di tengah proses pemulihan pascagempa NTT, sembari tetap menempatkan keselamatan masyarakat dan pekerja sebagai prioritas utama.