Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Ini yang Jadi Prioritas Pemerintah

Sejumlah bangunan dan kantor rusak akibat gempa.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 15 Agustus 2026, 13:14 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait gempa bermagnitudo (M) 7 yang mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Menurut dia, pemerintah meminta pihak di lapangan memprioritaskan evakuasi dan penyelamatan warga pascagempa.

Prasetyo mengatakan sejumlah bangunan dan kantor rusak akibat gempa. Dia meminta aparat di lapangan mengecek kemungkinan adanya korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.

"Dilaporkan beberapa yang masih ada di reruntuhan dan beberapa bangunan-bangunan, termasuk ada pelabuhan di Maumere, itu ada reruntuhan-reruntuhan dan kemudian ada beberapa kantor-kantor juga yang runtuh. Kami minta untuk segera cek apakah ada korban di reruntuhan-reruntuhan tersebut," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Dia menekankan pemerintah saat ini fokus pada upaya penyelamatan korban dan warga terdampak gempa NTT, termasuk warga yang tidak memiliki tempat tinggal karena rumahnya runtuh akibat gempa.

"Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan apabila misalnya kalau warga masyarakat terdampak, rumahnya mungkin tidak dapat lagi ditempati," tuturnya.

Prasetyo sudah berkoordinasi dengan Menko PMK, Kepala Basarnas, Gubernur NTT, dan Kepala BMKG terkait penanganan bencana. Dia memastikan pemerintah pusat dan daerah serta TNI-Polri melakukan langkah tanggap darurat secara cepat dalam mengatasi dampak gempa pada awal kejadian.

"Kami juga tadi sudah diskusikan, mungkin tadi Bapak Gubernur sudah melapor, telah berkoordinasi dengan kepala daerah-kepala daerah dari kurang lebih 4–5 kabupaten yang terdampak," ujar Prasetyo.

 

Gibran Sampaikan Duka, Pastikan Penanganan Maksimal Gempa NTT

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming (BPMI Setwapres)

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) serta memastikan pemerintah akan melakukan penanganan secara maksimal.

"Pikiran dan doa saya bersama seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana," kata Wapres Gibran, Sabtu (15/8).

Terkait gempa yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT, itu, Wapres memastikan pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat, evakuasi, dan pendataan dampak bencana.

Tidak hanya itu, ia mengatakan pemerintah akan bergerak cepat dan berupaya menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak secara cepat dan terkoordinasi.

"Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Gibran.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik itu terjadi di kedalaman 15 kilometer dan berpusat di laut, pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu pukul 04.58 WIB.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat, hingga menyebar ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

 

Wilayah Utara Flores Paling Terdampak Gempa NTT

Sebuah bangunan tampak rusak setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (AFP/ Selo)

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan wilayah Pulau Flores bagian utara paling banyak terdampak gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.

“Gempa di Mbay dampak terbesarnya ada di wilayah utara Flores mulai dari Maumere, Ngada, Manggarai serta pusatnya di Nagekeo,” katanya.

Hal ini disampaikannya saat menggelar jumpa pers bersama instansi terkait dan sejumlah Forkopimda, mulai dari TNI dan Polri, di Markas Polda NTT, Sabtu (15/8).

Saat ini, kata dia, data pasti kerusakan serta korban jiwa akibat gempa tersebut masih dalam pendataan oleh pemerintah daerah di Pulau Flores.

Melki mengatakan sejak pagi tadi dirinya sudah menghubungi sejumlah kepala daerah di Flores untuk mendata kerusakan yang terjadi di daerah masing-masing.

“Saya sudah kontak para bupati se-Daratan Flores dengan kondisi yang ada saat ini, segera mengecek kondisi di masing-masing daerah untuk memberikan data kerusakan ke pemerintah provinsi,” tambah dia.

Bencana di Flores, ujar Melki, sudah menjadi perhatian Presiden Prabowo, dan sejumlah menteri sudah diperintahkan untuk meninjau langsung lokasi bencana.

Pemprov NTT juga sudah diminta segera mengecek data agar distribusi bantuan bisa segera dilakukan ke lokasi bencana.

Saat ini, tambah dia, fokus pemerintah provinsi adalah mengevakuasi para korban bencana gempa ke tempat yang aman.

“Saya minta agar toko dan supermarket di lokasi bencana bisa membagikan makanan kepada para korban, dan pemerintah akan memberikan ganti rugi, sambil menunggu distribusi bantuan,” tambah dia.

Lebih lanjut, kata dia, siang ini dirinya akan menggunakan pesawat Polri untuk meninjau langsung lokasi bencana, baik di Maumere maupun di beberapa lokasi lain di Flores.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya