Sinergi Telkom-Danantara Buka Peluang Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%

Telkom dan Danantara memperkuat bisnis enterprise melalui transformasi digital. Segmen B2B Telkom diproyeksi memiliki peluang tumbuh hingga 30%.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 14 Agustus 2026, 21:24 WIB
Agenda diskusi Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine dengan Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro, beberapa waktu lalu.

Liputan6.com, Jakarta - Transformasi digital membutuhkan dukungan konektivitas yang kuat dan merata. Ketersediaan jaringan yang andal hingga ke berbagai wilayah Indonesia menjadi fondasi penting untuk mempercepat digitalisasi di sektor industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memiliki kapabilitas di bidang telekomunikasi dan digital untuk menjawab kebutuhan transformasi berbagai sektor. Melalui Telkom Enterprise, kapabilitas tersebut diwujudkan dalam beragam solusi digital bagi pemerintah, BUMN, hingga pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine saat berdiskusi dengan Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro. Diskusi strategis tersebut membahas arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise beberapa waktu lalu.

Telkom Enterprise Direstrukturisasi, Fokus Perkuat Bisnis B2B

Selaras dengan transformasi yang sedang dijalankan Telkom melalui strategi TLKM 30, Telkom Enterprise juga melakukan restrukturisasi sebagai upaya pembenahan organisasi, penguatan tata kelola, dan penyederhanaan proses bisnis agar semakin efektif, efisien, serta berorientasi pada kebutuhan pasar di segmen B2B.

Inisiatif ini menjadi bagian dari sinergi Telkom bersama Danantara untuk menjawab tantangan baru yang membutuhkan kapabilitas digital nasional yang semakin kuat. Penataan Telkom Enterprise juga menjadi langkah strategis untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi digital yang mampu mendukung kebutuhan teknologi masa depan.

“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor,” ujar Veranita.

Hadapi Era AI dan Keamanan Siber, Telkom Dorong Kedaulatan Digital 

Lebih lanjut, Veranita menjelaskan bahwa berbagai solusi digital seperti AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga cyber security membutuhkan konektivitas yang tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi agar dapat berjalan optimal. Karena itu, Telkom terus memperkuat bisnis enterprise agar mampu menghadirkan layanan digital yang terintegrasi sekaligus menjadi mitra strategis bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhan transformasi mereka.

Saat ini, kontribusi bisnis enterprise terhadap pendapatan Telkom mencapai sekitar 11% atau senilai Rp19 triliun. Kontribusi tersebut masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan, mengingat pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, bisnis enterprise dapat menyumbang 20%–30% atau lebih terhadap total pendapatan. Hal ini menunjukkan adanya peluang bagi Telkom untuk terus mengembangkan bisnis enterprise sebagai salah satu sumber pertumbuhan ke depan.

“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” jelas Veranita.

Langkah transformasi tersebut dilakukan Telkom melalui penyederhanaan proses bisnis dan penguatan tata kelola berbasis teknologi digital. Inisiatif ini dimulai dari internal perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan kepada pelanggan, sekaligus menciptakan peluang bisnis baru yang lebih responsif terhadap dinamika pasar.

Ke depan, Telkom akan terus memperkuat integrasi konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, hingga layanan keamanan siber sebagai fondasi pengembangan solusi digital end-to-end. Melalui pengembangan bisnis enterprise yang berkelanjutan, Telkom optimistis dapat meningkatkan daya saing nasional, mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, serta memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya