Makin Mirip AirDrop, Quick Share Kini Jadi Lebih Mudah dan Cepat

Quick Share kini hadir dengan pembaruan yang dinilai mirip AirDrop. Seperti apa?

oleh Aisyah Mustika ZamaniDiterbitkan 16 Agustus 2026, 06:13 WIB
Fitur Quick Share di HP Samsung (Liputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

Liputan6.com, Jakarta - Google memberikan pembaruan baru pada fitur berbagi data nirkabel miliknya, Quick Share. Kini, kamu bisa bertukar informasi kontak, foto dan video hanya dengan mendekatkan dua perangkat Android yang kompatibel.

Untuk berbagi informasi kontak, kamu bisa mendekatkan ujung kedua ponsel hingga muncul notifikasi di layar.

Sedangkan untuk membagikan file berukuran besar, kamu dapat membuka Share Sheet di file kemudian tempelkan kedua ponsel. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Minggu (16/8/2026)

Pada dasarnya, cara tersebut mirip dengan fitur NameDrop milik Apple di iOS 17. Kemiripan Quick Share dan AirDrop dinilai masuk akal, karena perkembangan saat ini mengikuti langkah sebelumnya demi meningkatkan interoperabilitas antara kedua fitur tersebut.

Sebelumnya, Google mendukung interoperabilitas dengan AirDrop pada lini ponsel Pixel 10 di akhir 2025, sebelum akhirnya akan meluas ke perangkat lain.

Pembaruan Quick Share akan diluncurkan mulai dari Pixel 6 ke atas. Nantinya, akan diterapkan ke Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8.

Google berjanji akan memperluas dukungan ke perangkat Android lain akhir tahun nanti.

AirDrop dan Quick Share Rentan Diretas

Di sisi lain, fitur berbagi file seperti AirDrop di iPhone dan Quick Share di Android memang sangat memudahkan pengguna. Namun, sebuah penelitian keamanan dari CISPA Helmholtz Center for Information Security, menemukan potensi ancaman berbahaya dari penggunaan fitur tersebut.

Menurut laporan Help Net Security, dikutip dari BGR, Kamis (2/7/2026), terungkap enam potensi ancaman yang dapat mempengaruhi perangkat iOS, Android, macOS, dan bahkan Windows.

Tiga di antaranya terkait dengan AirDrop di iPhone, Mac, dan perangkat Apple lainnya. Sementara sisanya menargetkan Quick Share di perangkat Android dan Windows.

Menariknya, serangan yang terjadi bisa dilakukan hacker hanya dengan satu laptop berkoneksi Wi-Fi dalam radius sekitar 30 meter. Pelaku cukup mengirim satu permintaan yang salah format (malformed request), untuk memaksa layanan latar belakang yang menjalankan AirDrop berhenti berfungsi.

 

3 Celah Keamanan

Sementara itu, Quick Share juga memiliki tiga celah keamanan. Dua di antaranya ditemukan di implementasi Samsung, yang memungkinkan mekanisme pemeriksaan sesi dilewati dalam kondisi tertentu.

Adapun satu kerentanan lainnya terdapat di Quick Share versi Windows milik Google, berupa masalah heap use-after-free yang berpotensi dimanfaatkan untuk menjalankan serangan lebih lanjut.

Namun, ancaman penggunaan fitur berbagi file ini telah dilaporkan ke Apple dan Google. Selain itu, dua potensi ancaman yang bisa terjadi ini, telah memiliki perbaikan yang dirilis, sedangkan empat lainnya sedang menunggu penyelesaian perbaikan secara resmi.

Para pengguna iPhone maupuan Android, dapat terlindung dari segala ancaman dengan selalu memperbarui sistem operasi ke versi terbaru, serta membatasi pengaturan AirDrop maupun Quick Share hanya untuk kontak terpercaya, atau menonaktifkannya saat tidak digunakan, demi mengurangi risiko serangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya