Liputan6.com, Jakarta - Hoaks yang mengatasnamakan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla kembali beredar di media sosial. Kali ini, hoaks seputar program bantuan dana pensiunan.
Informasi bohong tersebut berupa video yang disunting dengan menggunakan AI sehingga seolah-olah JK menyatakan dukungan atas bantuan dana pensiunan itu.
Advertisement
Lalu apa saja hoaks yang mencatut nama Jusuf Kalla? Simak daftar dan faktanya berikut ini:
1. Cek Fakta: Tidak Benar Video Jusuf Kalla Dukung Program Bantuan Dana Pensiunan
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyampaikan dukungan terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengenai program bantuan dana pensiunan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Agustus 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Assalamualaikum saya Pak Jusuf Kalla sangat mendukung program dari Menteri Keuangan Bapak Purbaya Sadewa mengenai bantuan dana pensiunan bagi yang sudah berjasa bagi negara, sangat mendukung sekali"
Unggahan disertai caption berikut ini:
"#asslamualikum berita viral hari ini tentang bantuan khusus buat para pensiunan #pnsindonesia telah berjasa bagi negara #hj #yusufkalla #purbayayudisadewa #mengku #fypppp"
Lalu benarkah klaim video Jusuf Kalla mendukung program bantuan dana pensiunan? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Cek Fakta: Tidak Benar Jusuf Kalla Terbang ke Iran untuk Upaya Perdamaian
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim unggahan bahwa mantan Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau JK terbang ke Iran dalam upaya perdamaian. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 26 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"SEMOGA TIDAK TERJADI HAL YG TIDAK DI INGINKAN...!
Ditengah eskalasi konflik Timur Tengah yang masih memanas, Di kabarkan Jusuf Kalla dan Rombongan akan terbang ke lran Untuk upaya perdamaian.🇮🇷🇮🇷🇮🇷🇮🇩 #fyp #pengikut #pemula #motivasi #reels #fbpro #damai #israel #iran #AS #trump #Netanyahu #mujtaba"
Postingan menyertakan poster yang berisi foto Jusuf Kalla yang merupakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ditemani mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang kini menjadi pengurus PMI Hamid Awaluddin. JK dan rombongan terlihat duduk dan memakai sabuk pengaman.
"PERANG MASIH MEMANAS
JK DAN ROMBONGAN DIKABARKAN TERBANG KE IRAN UNTUK UPAYA PERDAMAIAN"
Lalu benarkah klaim mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla terbang ke Iran dalam upaya perdamaian? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
3. Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Jusuf Kalla Terlibat Korupsi BTS Tower
Cek Fakta Liputan6.com mendapatkan klaim video Jusuf Kalla terlibat korupsi tower, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 Mei 2023.
Unggahan video Jusuf Kalla terlibat korupsi tower diberi judul.
"Jvsuf Ka11a Terl1bat K0rupsi B-ts T0wer - Kej4gung T3mukan 2 Tri1iun S4at Penggled4han".
Video tersebut diawali dengan rangkaian foto yang menampilkan Jusuf Kalla mengenakan baju lengan putih dan rompi dikawal oleh sejumlah orang mengenakan seragam coklat.
Selain itu juga terdapat foto sejumlah orang berseragam yang sama sedang menunjukkan tumpukan uang.
Video tersebut diawal dengan narasi suara sebagai berikut.
"Wah...wah...wah, Kejaksaan geledah rumah kerabat JK karena terlibat korupsi pengadaan tower yang diduga ikut nikmati 2 triliun lebih
Lantara proyek belum rampung Kejagung menemukan penembahan 3 ribu set tower di luar kontrak adendum PLN dengan kontraktor
Untuk mengumpulkan bukti penyelidik gedung bundar telah menggeledah tiga tempat, yakni kantor Bukaka, rumah dan apartemen milik seseorang inisial SH","
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Jvsuf Ka11a Terl1bat K0rupsi B-ts T0wer - Kej4gung T3mukan 2… Lihat selengkapnyaJvsuf Ka11a Terl1bat K0rupsi B-ts T0wer - Kej4gung T3mukan 2 Tri1iun S4at Penggled4han"
Benarkah klaim video Jusuf Kalla terlibat korupsi BTS tower? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.