Hayoung Minta Maaf soal Kontroversi Kakek Buyut Pro-Jepang

Hayoung merilis surat permintaan maaf pribadi usai kontroversi jejak pro-Jepang kakek buyutnya, Ahn Sang Ho, terungkap lewat acara variety show Korea.

oleh Renisya Satya PutriDiterbitkan 13 Agustus 2026, 11:15 WIB
Hayoung Tulis Surat Permintaan Maaf (credit: instagram.com/havv_y)

Liputan6.com, Jakarta - Ahn Hayoung merilis surat permintaan maaf tulisan tangan lewat Instagram pribadinya terkait jejak pro-Jepang kakek buyutnya, Ahn Sang Ho, di masa penjajahan Jepang di Korea. Surat itu diunggah pada Rabu (12/8/202), sehari setelah agensinya mengonfirmasi kebenaran catatan sejarah tersebut.

Hayoung mengaku selama ini hanya mengenal sosok kakek buyutnya dari cerita keluarga dan tanpa sadar sering membanggakannya di berbagai kesempatan publik. Dalam suratnya, ia menyatakan permintaan maaf sebagai keturunan atas kekecewaan dan luka yang ditimbulkan kontroversi ini.


Isi Surat Permintaan Maaf

Surat Tulisan Tangan Berisi Permintaan Maaf Hayoung (credit: instagram.com/havv_y)

Dalam surat yang diunggah, Hayoung menyampaikan permohonan maaf langsung kepada publik atas kekecewaan dan luka yang ditimbulkan terkait sosok kakek buyutnya. Ia mengaku selama ini hanya mengetahui sepotong-sepotong kisah hidup Ahn Sang Ho dari cerita keluarga.

Setelah kontroversi ini mencuat, Hayoung mengaku baru menelusuri sendiri catatan sejarah terkait dan menemukan jejak pro-Jepang tersebut. Ia menyebut dirinya menyesal karena selama ini menyinggung sejarah keluarga secara ringan tanpa benar-benar memahami masa penjajahan Jepang yang menjadi periode kelam bagi Korea.


Awal Mula Kontroversi Kakek Buyut

Kontroversi ini bermula saat Hayoung tampil di program variety show KBS2 'Oktapbangui Munjeadeul' dan menceritakan sejarah keluarganya sebagai keluarga medis empat generasi. Ia menyebut kakek buyutnya belajar kedokteran barat di Jepang, lalu membuka klinik pengobatan barat di Hanyang dan pernah menangani Kaisar Gojong.

Setelah tayangan itu, publik di dunia maya menelusuri identitas kakek buyut yang dimaksud dan mengaitkannya dengan Ahn Sang Ho, yang dikenal sebagai orang Korea pertama yang meraih lisensi dokter Jepang. Dalam penelusuran itu muncul catatan bahwa nama Ahn Sang Ho tercantum dalam daftar anggota dewan penasihat Daejeong Chinmokhoe, organisasi yang dikenal sebagai kelompok pro-Jepang, pada 1916.

Temuan itu memicu kontroversi luas soal jejak pro-Jepang di balik kisah keluarga yang selama ini diceritakan Hayoung sebagai kebanggaan.


Konfirmasi dan Permintaan Maaf Agensi

Agensi Hayoung, Beasters Entertainment, semula membenarkan bahwa kakek buyut yang dimaksud memang Ahn Sang Ho, tapi menyatakan tuduhan jejak pro-Jepang itu "tidak berdasar". Namun sehari setelah pernyataan itu, agensi menarik kembali klaimnya usai penelusuran lebih lanjut.

Lanjut Baca:

Pada 11 Agustus, agensi mengonfirmasi bahwa catatan nama Ahn Sang Ho dalam daftar dewan penasihat Daejeong Chinmokhoe tahun 1916 memang benar adanya. Agensi pun meminta maaf karena sempat memberi keterangan "tidak berdasar" tanpa verifikasi yang memadai, sehingga menimbulkan kebingungan publik. Hayoung sendiri, dalam suratnya, ikut mengakui tanggung jawabnya atas pernyataan awal yang keliru itu. Ia menyebut dirinya juga belum mengetahui fakta yang sebenarnya saat pernyataan "tidak berdasar" itu keluar lewat agensinya, dan mengakui kurangnya verifikasi sebagai kelalaiannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya