Pangkas Impor, Jalan Tol RI Bakal Pakai Aspal Merah Putih

Kementerian PU dorong penggunaan Aspal Merah Putih di jalan tol demi kurangi impor dan hemat devisa Rp 4,08 triliun per tahun.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 13 Agustus 2026, 12:15 WIB
Penggunaan Aspal Buton (Asbuton)tersebar di 25 provinsi di Indonesia. (Dok Kementerian PU)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan penggunaan Aspal Merah Putih dalam pembangunan dan perawatan jalan tol. Langkah ini diambil guna meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan negara terhadap aspal impor.

Menteri PU, Dody Hanggodo mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh kebijakan ini tanpa mengesampingkan standar kualitas teknis.

"Untuk itu, saya berharap Badan Usaha Jalan Tol akan mendukung dan berpartisipasi dalam kebijakan penggunaan Asbuton ini dan tetap menjaga kelayakan teknis dan akademis, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak," ujar Dody dikutip dari Antara, Kamis (13/8/2026).

Guna memperkuat implementasi kebijakan di lapangan, Kementerian PU merilis Peraturan Menteri PU Nomor 10 Tahun 2026. Regulasi ini mengatur penggunaan Aspal Buton (Asbuton) olahan, mencakup tata cara pengadaan, pembinaan teknis, pemantauan, evaluasi, hingga skema insentif.

Langkah tersebut disempurnakan melalui Keputusan Menteri PU Nomor 6950/KPTS/Mn/2026 tentang Penggunaan Asbuton Olahan untuk Pembangunan dan Preservasi Jalan Tahun 2026–2029. Aturan ini memuat panduan rinci mengenai target penggunaan, ketentuan substitusi, spesifikasi produk, hingga tahapan kesiapan implementasi.

Inovasi Aspal Merah Putih A30 dan Hemat Devisa

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo di Kementerian PU. (Liputan6.com/Christian)

 

Dalam penerapannya, salah satu produk unggulan yang diandalkan adalah Aspal Merah Putih A30. Produk buatan lokal ini menggabungkan 30% bitumen Asbuton asal Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dengan 70% aspal minyak dari kilang Pertamina.

Hadirnya Aspal Merah Putih A30 diproyeksikan mampu mendongkrak penggunaan Asbuton olahan secara signifikan, dari yang semula baru sekitar 4% menjadi 30%.

Ke depannya, pemerintah menargetkan pengembangan bertahap menuju Aspal Merah Putih A100 yang berbasis 100% bitumen Asbuton. Inovasi ini diperkirakan berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp 4,08 triliun setiap tahunnya.

Kendati mendorong penggunaan produk lokal, Dody menekankan bahwa kebijakan ini harus tetap mengedepankan efisiensi. Penggunaan Asbuton diharapkan tidak memberi beban biaya tambahan bagi badan usaha maupun masyarakat, sehingga tarif jalan tol dan pembiayaan pembangunan tetap terjaga.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya