Percuma Rutin Ganti Oli Kalau Komponen Kecil Ini Jarang Dibersihkan

Mengganti oli mesin secara rutin menjadi salah satu perawatan wajib bagi pemilik sepeda motor. Namun, rutinitas tersebut ternyata belum cukup menjaga mesin.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 13 Agustus 2026, 13:33 WIB
Takaran oli pada mesin sepeda motor telah ditentukan oleh pabrikan.

Liputan6.com, Jakarta - Mengganti oli mesin secara rutin menjadi salah satu perawatan wajib bagi pemilik sepeda motor. Namun, rutinitas tersebut ternyata belum cukup untuk menjaga mesin tetap dalam kondisi prima.

Ada satu komponen kecil yang kerap terlupakan saat melakukan perawatan, yakni saringan oli atau oil screen.

Komponen berbentuk seperti jaring kawat ini memiliki fungsi penting dalam sistem pelumasan.

Oil screen bertugas menyaring gram besi, kotoran karbon, hingga serpihan paking agar tidak ikut tersedot pompa oli dan bersirkulasi ke bagian dalam mesin.

Jika tidak pernah dibersihkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan menutup pori-pori saringan.

Kondisi ini berpotensi menghambat aliran oli dan membuat pelumasan mesin tidak optimal.

Dilansir dari laman Wahana Honda, berikut hal yang perlu diperhatikan pemilik motor terkait kebersihan oil screen.

Oil Screen Bertugas Menyaring Kotoran

Di dalam mesin, berbagai komponen logam terus bekerja dan mengalami gesekan. Proses tersebut secara alami dapat menghasilkan serpihan logam halus atau gram besi.

Di sinilah oil screen menjalankan fungsinya. Saringan tersebut membantu menahan gram besi, kotoran karbon, serta sisa serpihan paking agar tidak ikut tersedot oleh pompa oli.

Dengan begitu, oli yang kembali disirkulasikan menuju bagian atas mesin dapat tetap terbebas dari kotoran yang berpotensi mengganggu kerja komponen.

 

Jika Mampet, Mesin Bisa Overheat

Masalah dapat muncul ketika oil screen tidak pernah dibuka dan dibersihkan. Gram besi dan kotoran yang menumpuk lama-kelamaan dapat menutup pori-pori saringan.

Saat kondisi tersebut terjadi, pompa oli akan kesulitan mengambil pelumas dari bak penampungan bawah.

Akibatnya, suplai oli menuju area piston dan silinder dapat menjadi sangat minim. Jika pelumasan tidak mencukupi, suhu mesin dapat meningkat dan memicu overheat.

Sehingga gesekan antara komponen di dalam mesin juga dapat menjadi lebih berat. Dalam kondisi yang berkelanjutan, dinding silinder dan ring piston berpotensi mengalami kerusakan.

Biasanya, kondisi tersebut dapat berujung pada mesin terkunci atau jammed, yang tentunya membutuhkan biaya perbaikan lebih besar.

Ganti Oli Bukan Sekadar Buang Oli Lama

Karena itu, ketika melakukan servis rutin, pemilik motor disarankan tidak hanya mengganti oli melalui baut pembuangan atau drain plug.

Tidak hanya itu, Oil screen juga perlu diperiksa dan dibersihkan. Proses ini dilakukan dengan membuka penutup oil screen, mencabut saringan, kemudian membersihkannya menggunakan cairan pembersih agar kotoran dan gram besi yang menempel dapat terangkat.

Langkah tersebut membutuhkan tambahan waktu dalam proses servis, tetapi menjadi bagian penting untuk menjaga jalur sirkulasi oli tetap bersih.

Kenali Gejalanya

Pemilik motor juga perlu memperhatikan perubahan yang terjadi pada kendaraan. Suara mesin yang terdengar lebih kasar, tarikan terasa berat, atau mesin lebih cepat panas.

Jika semua gejala itu muncul di kendaraan, hal itu menjadi tanda bahwa ada masalah yang perlu di perbaiki.

Namun, gejala tersebut tidak secara otomatis menunjukkan oil screen dalam kondisi mampet. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan sumber masalah pada mesin.

Oil screen yang bersih membantu menjaga aliran pelumas tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Karena itu, saat melakukan servis berkala, pemilik motor sebaiknya memastikan komponen tersebut turut diperiksa dan dibersihkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya