Liputan6.com, Mataram - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mataram merilis pembaruan data terkait penanganan musibah terbakarnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin di perairan Mataram.
Hingga saat ini, Tim SAR gabungan mencatat total korban yang berhasil terdata mencapai 173 orang, di mana satu orang di antaranya dikonfirmasi meninggal dunia.
Advertisement
Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi mengatakan, korban meninggal dunia teridentifikasi atas nama Indah Dwi Septiani, perempuan berusia 19 tahun yang beralamat di Asrama Brimob Gatep, Ampenan.
"Jenazah korban kini telah dievakuasi oleh tim di lapangan untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya, Rabu (12/8/2026).
Selain warga lokal, pendataan terbaru juga mengonfirmasi adanya korban warga negara asing (WNA). Sebanyak dua orang WNA asal Australia terdaftar dalam data 173 korban yang terus diperbarui oleh pihak otoritas SAR.
Hingga saat ini, Kansar Mataram bersama unsur potensi SAR terkait masih terus melakukan koordinasi dan pendataan di lokasi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis secara cepat dan evakuasi lanjutan berjalan optimal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau kanal informasi resmi terkait pembaruan data korban secara berkala," tambahnya
Diberitakan sebelumnya, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin dilaporkan mengalami kecelakaan kebakaran di perairan Pantai Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (12/8/2026) dini hari.
Laporan insiden tersebut pertama kali diterima oleh pihak berwenang pada pukul 04.39 Wita dari Nurdin, Nakhoda RB 220 Mataram.
"Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.15 Wita," paparnya.
Lokasi kejadian terdeteksi berada di koordinat 8°43'12.37"S - 115°47'35.93"E, dengan jarak lurus sekitar 16,84 Nautical Miles (Nm) dan heading 272,37° dari posisi RB 220 Mataram.
Merespons laporan tersebut, tim penyelamat bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tim SAR dijadwalkan berangkat pada pukul 04.45 WITA dan tiba di titik lokasi (estimated time of arrival) pada pukul 05.10 WITA untuk segera melakukan tindakan penanganan dan evakuasi.