Baterai Xiaomi SU7 Dibongkar, Terungkap Perbedaan Sel BYD dan CATL

Terungkap ketika seseorang membongkar sel baterai CATL Shenxing LFP berkapasitas 186,7 Ah yang digunakan pada Xiaomi SU7 Standard Edition.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 14 Agustus 2026, 12:11 WIB
Paket baterai LFP buatan CATL dari Tesla model 3 (arenaev)

Liputan6.com, Jakarta - Baterai menjadi salah satu komponen paling penting pada mobil listrik. Menariknya, perbedaan teknologi baterai bisa terlihat cukup jelas meski dua sel memiliki kapasitas yang sama.

Hal tersebut terungkap ketika membongkar sel baterai CATL Shenxing LFP berkapasitas 186,7 Ah yang digunakan pada Xiaomi SU7 Standard Edition.

Menariknya, hasil pembongkaran kemudian dibandingkan dengan sel berkapasitas sama dari FinDreams, anak perusahaan baterai milik BYD.

Melansir dari lama CarNewsChina, Kamis (13/8/2026) dari hasil pengukuran, sel CATL memiliki bobot 3,4 kilogram, sedangkan sel FinDreams berada di angka 3,2 kg.

Meski sama-sama memiliki kapasitas 186,7 Ah, sel CATL tercatat memiliki kepadatan energi yang lebih rendah.

Berdasarkan perhitungan dari hasil pembongkaran, sel CATL memiliki kepadatan energi gravimetrik sekitar 175,7 Wh/kg, sementara sel FinDreams mencapai 186,7 Wh/kg.

Artinya, sel CATL yang diperiksa memiliki kepadatan energi sekitar 6,3 persen lebih rendah.

Perbedaan Kedua Baterai

Tidak hanya itu, perbedaan juga terlihat dari kepadatan energi berdasarkan volume. Sel CATL tercatat sekitar 369 Wh/L, sedangkan sel FinDreams mencapai 389,8 Wh/L.

Namun, angka tersebut merupakan hasil perhitungan dari sampel sel yang dibongkar, bukan gambaran langsung mengenai performa keseluruhan baterai mobil.

Dari sisi konstruksi, CATL menggunakan desain dengan empat inti gulungan atau jelly roll yang ditempatkan dalam satu rumah aluminium.

Sementara itu, pada sel FinDreams berbentuk panjang seperti blade menggunakan metode laminated stacking, dengan lapisan elektroda dan separator yang disusun secara bergantian.

Pembongkaran tersebut juga memperlihatkan sejumlah karakteristik lain pada sel CATL, termasuk penggunaan lapisan aluminium yang lebih tebal pada current collector positif serta separator dengan lapisan komposit keramik dan polimer.

Dengan struktur internal ini menunjukkan bagaimana produsen baterai menggunakan pendekatan berbeda untuk menghasilkan sel dengan kapasitas yang sama.

Meski demikian, hasil pembongkaran ini tidak bisa langsung dijadikan kesimpulan mengenai keamanan baterai CATL atau BYD secara keseluruhan.

Pengujian dilakukan terhadap satu sel dan merupakan prosedur bengkel, bukan pengujian laboratorium bersertifikasi.

Bahkan, pembongkaran ini mungkin akan memicu kesehatan baterai karena, api baru muncul ketika material internal sel sengaja dipisahkan dan dirusak secara mekanis dalam proses pembongkaran berikutnya.

Pada akhirnya pembongkaran yang dilakukan secara mandiri ini memperlihatkan bahwa kapasitas baterai yang sama belum tentu berarti memiliki bentuk, bobot, kepadatan energi, maupun konstruksi internal yang sama.

Namun, ketika sedang memilih mobil baru perlunya perbandingan tersebut tetap perlu dibaca secara hati-hati karena performa dan keamanan sebuah baterai mobil listrik ditentukan oleh keseluruhan sistem, termasuk modul, battery pack, sistem manajemen baterai, hingga perlindungan kendaraan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya