Format Liga Putri Indonesia 2026/2027: Triple Round Robin, Lanjut ke Semifinal

Liga Putri Indonesia kembali setelah vakum sejak 2019. Musim 2026/2027 pakai triple round robin; 4 besar ke semifinal; laga terpusat di GOR Soemantri, Jakarta.

oleh Hery KurniawanDiterbitkan 11 Agustus 2026, 22:44 WIB
Pemain Persib Bandung putri, Siti Latipah Nurul (kiri) dibayangi pemain Persija, Rihla Nuer Aulia dalam laga di Stadion Maguwoharjo, Rabu (8/10/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesian Womens League kembali bergulir pada musim 2026/2027 setelah tujuh tahun vakum sejak 2019. Kompetisi dimulai 17 Oktober 2026 hingga Januari 2027 dengan format triple round robin, seluruh pertandingan terpusat di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.

Enam klub ambil bagian: Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United, Garudayaksa, Persikad Depok, dan Bekasi FC.

CEO Indonesian Womens League, Teddy Tjahjono, memaparkan rancangan kompetisi dalam konferensi pers di Kantor I League, Jakarta.


Format Triple Round Robin dan Alur Juara

Gelandang Persib putri, Pani Tri Oktavianti (tengah) mencoba lolos dari kawalan pemain PS Tira-Kabo Kartini pada leg 2 final Liga 1 Putri 2019 di Stadion Pakansari, Kab Bogor, Jabar, Sabtu (28/12/2019). Persib Putri juara Liga 1 Putri 2019 usai menang 3-1. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Dengan skema tersebut, tiap kontestan akan melakoni 15 laga pada babak reguler.

"Format kompetisinya tripe round-robin. Jadi setiap tim akan bermain 15 kali dalam satu musim," kata CEO Indonesian Womens League Teddy Tjahjono.

Pernyataan itu disampaikan pada Selasa (11/8/2026) dalam konferensi pers di Kantor I League, Jakarta.

Empat tim teratas dari klasemen reguler akan berduel di semifinal. Pemenangnya melaju ke final untuk memperebutkan trofi Liga Putri Indonesia 2026/2027.


Regulasi Pemain dan Venue Pertandingan

Setiap klub diperbolehkan mendaftarkan empat pemain asing.

Selain itu, tiap tim wajib memiliki minimal satu pemain yang berstatus anggota Timnas Indonesia.

Seluruh pertandingan dimainkan di fasilitas yang sama. Stadion tersebut dipakai bergantian oleh para peserta sepanjang musim.

Penyelenggara turut membuka peluang perluasan format pada edisi berikutnya seiring harapan bertambahnya jumlah klub peserta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya