Liputan6.com, Jakarta - Sukses sebagai penyanyi papan atas di Jakarta tidak membuat Betrand Peto lupa akan asal-usulnya yang penuh perjuangan. Ia seringkali membagikan kisah masa lalunya saat harus bekerja keras di kampung halaman sebelum diangkat anak oleh Ruben Onsu.
Betrand menceritakan bahwa sejak usia dini ia sudah terbiasa mencari uang tambahan sendiri tanpa mengandalkan orang lain. Hal ini ia lakukan agar bisa memiliki uang jajan dan biaya untuk keperluan sekolahnya sehari-hari.
Advertisement
"Sama seperti aku dulu waktu di kampung, aku berjualan untuk cari uang tambahan buat biaya sekolah dan jajan," ujar Betrand Peto saat ditemui di kawasan Senayan, belum lama ini.
Jenis barang yang ia jual pun sangat beragam, mulai dari makanan olahan rumahan hingga hasil alam dari hutan. Tak jarang ia harus berjalan jauh berkeliling kampung untuk memastikan dagangannya laku terjual habis.
"Dulu aku enggak cuma jual kue, tapi juga jual ikan, kayu bakar, dan beberapa jenis kue lain buatan Oma maupun buatan orang lain," ujar Onyo.
Masih Ingat Harga Kue yang Dijual
Betrand memulai kariernya sebagai pedagang cilik ini sejak masih berusia 11 tahun di NTT. Aktivitas berat tersebut baru berhenti total setelah sosoknya menjadi viral di internet dan akhirnya ia diboyong ke Jakarta.
"Aku berjualan dari umur 11 tahun sampai 15 tahun. Berhentinya itu pas aku viral dan diundang ke Jakarta. Dulu Oma yang buat kuenya, seperti donat dan bakpao, lalu aku yang keliling berjualan," ungkap Betrand.
Ia bahkan masih mengingat dengan jelas harga barang-barang yang ia jajakan setiap harinya di jalanan kampung. Penghasilannya saat itu terbilang sangat kecil jika dibandingkan dengan kesuksesannya di dunia hiburan yang sekarang.
"Kalau kue bakpao itu harganya Rp1.000 per biji. Biasanya aku membawa 100 biji kue, jadi kalau laku semua dapat Rp100.000," ucapnya.
Berjualan Kayu Bakar
Selain menjual kue-kue buatan sang nenek, ia juga sering menjual kayu bakar ke warga sekitar. Ia menggunakan kendaraan seadanya untuk mengangkut kayu-kayu tersebut demi mendapatkan upah yang tidak seberapa.
"Kalau kayu bakar (haju), harganya Rp5.000 per ikat. Biasanya dijual keliling menggunakan mobil bak terbuka (pick-up)," jelas Betrand menceritakan detail pekerjaannya di masa lalu.
Tetap Hemat Pengeluaran
Meski kini sudah hidup bergelimang harta, Betrand mengaku tetap menjadi pribadi yang hemat dan sangat menjaga pengeluarannya. Ia hanya akan membeli barang-barang yang benar-benar ia butuhkan untuk mendukung hobi dan pekerjaannya saja.
"Aku tipe orang yang hanya membeli barang-barang yang memang aku butuhkan saja. Contohnya sepatu bola untuk main bola, baju untuk kebutuhan syuting, atau hiasan untuk kamar," pungkasnya.