Bukan Cuma Penuaan, Diabetes Juga Bisa Picu Katarak

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan sekitar 19,2 persen dari seluruh penduduk yang menghadapi kondisi disabilitas penglihatan disebabkan oleh katarak.

oleh Kanaya Nanda PutriDiterbitkan 10 Agustus 2026, 14:09 WIB
Kolaborasi Kemenkes, Noor Dubai Foundation, PERDAMI, dan Rumah Sakit Khusus Mata (RSKM) Purwokerto, mengadakan program operasi katarak gratis di Purwokerto (8/8/2026). (Dok: Kemenkes)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono selain karena proses alami penuaan, diabetes juga bisa memicu katarak

Dante mengatakan bahwa katarak masih menjadi persoalan besar di negeri ini. Secara umum, katarak adalah penyakit yang timbul akibat proses penuaan. Namun, dia menambahkan jika diabetes, infeksi pada mata, maupun faktor lingkungan juga berpotensi menyulut kondisi tersebut.

Mengacu data Cek Kesehatan Gratis (CKG), lebih dari 28 juta orang telah diskrining dan didapat sebanyak 1.399.290 orang atau sebanyak 5 persen tercatat mengalami gangguan penglihatan yang tajam. 

Lalu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan sekitar 19,2 persen dari seluruh penduduk yang menghadapi kondisi disabilitas penglihatan disebabkan oleh katarak. 

“Berdasarkan proporsi tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) memperkirakan saat ini terdapat sekitar 640.060 penduduk yang mengalami kebutaan akibat katarak," ungkap Dante saat operasi katarak gratis di RS Khusus Mata Purwokerto, Jawa Tengah pada 7 Agustus 2026. 

Program yang menyasar masyarakat di beberapa wilayah Jawa Tengah ini dijalankan sebagai upaya untuk mereka memperoleh kembali penglihatan yang lebih baik dan sebagai peningkatan kualitas hidup. 

Tindakan operasi dianggap menjadi solusi efektif untuk mengembalikan fungsi penglihatan penderita katarak. Dengan begitu, masyarakat diharapkan mampu menjalani aktivitas harian dan hidup lebih mandiri. 

“Kami harap kegiatan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Dante mengutip laman Kemenkes. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya