Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026, Sekjen PSSI Minta Maaf

Sekjen PSSI, Yunus Nusi meminta maaf atas kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 10 Agustus 2026, 09:45 WIB
Sekjen PSSI, Yunus Nusi (tengah) dan Exco PSSI, Sumardji terlihat menonton laga Grup A Piala AFF U-17 2026 antara Timnas Indonesia U-17 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/04/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta - Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan permintaan maaf atas hasil yang diraih Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Pernyataan itu disampaikannya usai rangkaian laga fase grup berakhir dan Indonesia gagal melaju.

Yunus menjadi saksi saat Timnas Indonesia diimbangi Singapura 1-1 di Stadion Jalan Besar, Kallang, pada Jumat (7/8/2026). Hasil itu membuat Thom Haye dkk. tersingkir di babak penyisihan Piala AFF 2026.

"Kemarin saya menyaksikan langsung anak-anak bertanding di Stadion Jalan Besar, Singapura. Seperti yang kita lihat, anak-anak gagal melanjutkan ke fase berikutnya setelah bermain seri dengan Singapura," ujar Yunus Nusi.

"Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," jelasnya.


Erick Thohir Gelar Evaluasi Rutin

PSSI menggelar konferensi pers berbarengan dengan pengumuman pemecatan pelatih Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, Jakarta, Senin (6/1/2025). (FOTO Dari kiri ke kanan: Sumardji, Zainudin Amali, Erick Thohir, Yunus Nusi, Arya Sinulingga.) (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Menurut Yunus, proses evaluasi tidak menunggu tim mengalami kegagalan. Ia mencontohkan FIFA Matchday Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik, serta keberhasilan timnas putri menjuarai Piala AFF Putri di Malaysia, juga menjadi bahan pembahasan.

"Ketua PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas Indonesia, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat timnas putri meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia," tutur Yunus Nusi.

Ia menyebut forum evaluasi melibatkan unsur pimpinan federasi hingga jajaran pelatih.

"Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama Badan Tim Nasional, Komite Eksekutif, dan pelatih. Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," jelasnya.

Dalam forum tersebut, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji ikut terlibat mewakili BTN. Menurut Yunus, evaluasi dilakukan setiap kali Timnas Indonesia selesai bermain.


Kritik PSSI Dipersilakan, Jangan Hujat Pemain dan Pelatih

Usai memastikan langkah lanjutan akan ditempuh melalui evaluasi, Yunus menyampaikan pesan untuk suporter terkait respons atas hasil di Singapura.

"Timnas Indonesia yang telah berjuang harus tetap kita apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih."

"Mereka adalah aset kita di masa depan. Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kita menjadi lebih bagus," ungkap Yunus Nusi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya