Arsenal Kalah dari Dortmund, 3 Hal yang Terlihat di Emirates Cup

Arsenal kalah 2-3 dari Borussia Dortmund di Emirates Cup. Tiga catatan penting muncul dari performa tim Mikel Arteta.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 10 Agustus 2026, 06:31 WIB
Pemain Arsenal Viktor Gyokeres mencetak gol dalam laga Emirates Cup antara Borussia Dortmund vs Arsenal di London, Minggu, 9 Agustus 2026. (John Walton/PA via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal mengakhiri empat kemenangan beruntun di Emirates Cup setelah kalah 2-3 dari Borussia Dortmund di Emirates Stadium. Kekalahan ini menjadi hasil pramusim yang mengecewakan setelah The Gunners sempat tampil menjanjikan pada babak pertama.

Dortmund membuka keunggulan melalui Samuele Inacio sebelum Konstantinos Karetsas menggandakan skor pada menit ke-29. Arsenal sempat bangkit lewat Ethan Nwaneri dan penalti Viktor Gyokeres, tetapi gol Joane Gadou membuat Dortmund membawa pulang trofi.

Hasil tersebut memberikan sejumlah bahan evaluasi bagi Mikel Arteta sebelum musim baru Liga Inggris dimulai. Setidaknya ada tiga hal yang bisa dipetik dari pertandingan Arsenal kontra Dortmund.


Tzolis Beri Sinyal Positif

Arsenal memperkenalkan winger asal Yunani, Christos Tzolis. (Doc Arsenal)

Christos Tzolis menjadi salah satu pemain Arsenal yang tampil paling menjanjikan dalam pertandingan tersebut. Winger asal Yunani itu memberikan assist untuk gol Nwaneri dan memenangkan penalti yang kemudian dikonversi Gyokeres.

Tzolis juga menciptakan empat peluang, terbanyak dibandingkan pemain lain di lapangan. Keberaniannya dalam duel satu lawan satu serta kemampuannya menghasilkan umpan berbahaya memberikan opsi baru bagi Arsenal di area sayap.


Posisi Havertz Masih Jadi Tanda Tanya

Gelandang Arsenal asal Jerman, nomor punggung 29 Kai Havertz, merayakan gol pembuka dalam pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Burnley di Stadion Emirates di London pada 18 Mei 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Kai Havertz kembali menjalani eksperimen posisi ketika dimainkan sebagai bagian dari trio gelandang bersama Myles Lewis-Skelly dan Martin Odegaard. Namun, pemain asal Jerman itu kesulitan memberikan pengaruh, terutama dalam kontribusi bertahan dan penguasaan bola.

Havertz beberapa kali mampu melakukan pergerakan cerdas di belakang pertahanan Dortmund, tetapi penyelesaian akhirnya belum cukup efektif. Performa tersebut mengindikasikan bahwa lini tengah bukan posisi ideal untuk memaksimalkan kemampuan Havertz.


Masalah Pertahanan Makin Terlihat

Pemain Borussia Dortmund Filippo Mane (kanan) dan pemain Arsenal Viktor Gyokeres beraksi dalam laga Emirates Cup antara Borussia Dortmund vs Arsenal di London, Minggu, 9 Agustus 2026. (John Walton/PA via AP)

Arsenal hanya kebobolan 27 gol sepanjang Liga Inggris 2025/26, tetapi performa lini belakang pada pramusim menunjukkan persoalan berbeda. Setelah kalah dari Real Betis, The Gunners kembali kebobolan tiga gol saat menghadapi Dortmund.

Absennya William Saliba menjadi kehilangan besar karena bek asal Prancis itu diperkirakan masih absen pada awal musim baru. Cristhian Mosquera masih minim pengalaman di level ini, sedangkan Riccardo Calafiori bukan bek tengah natural.

Situasi tersebut membuat kebutuhan Arsenal untuk menambah bek semakin jelas sebelum kompetisi resmi dimulai. Arteta masih memiliki waktu untuk memperbaiki organisasi pertahanan, tetapi hasil pramusim memberikan sinyal bahwa sektor tersebut perlu mendapat perhatian serius.

Sumber: Sports Illustrated

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya