Liputan6.com, Jakarta - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat kinerja keuangan positif sepanjang semester I 2026. Perseroan meraup pertumbuhan penjualan dan laba.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (10/8/2026), PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk meraup penjualan Rp 5,49 triliun hingga semester I 2026. Penjualan itu tumbuh 34,59% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,08 triliun.
Advertisement
Beban pokok penjualan naik 32,62% menjadi Rp 3,59 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,711 triliun. Seiring hal itu laba bruto naik 38,51% menjadi Rp 1,89 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,36 triliun.
Beban penjualan turun menjadi Rp 466,78 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 544,59 miliar. Beban administrasi dan umum naik menjadi Rp 189,45 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 143,03 miliar. Perseroan mencatat kenaikan laba selisih kurs Rp 55,09 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 48,24 miliar. Pendapatan lain-lain turun menjadi Rp 4,24 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 16,05 miliar.
Perseroan meraup laba dari usaha Rp 1,29 triliun, melambung 73,96% hingga semester pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 746,31 miliar.
Laba tahun berjalan naik 73,18% menjadi Rp 1,06 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 613,41 miliar.
Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 73,7% menjadi Rp 1,04 triliun hingga Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 603,81 miliar.
Aset Perseroan
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk mencatat laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik induk menjadi Rp 101 hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 58.
Total ekuitas turun menjadi Rp 8,01 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 8,31 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 1,04 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 937,01 miliar. Aset perseroan turun menjadi Rp 9,06 triliun hingga Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 9,25 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,43 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 3,16 triliun.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 7 Agustus 2026, harga saham ULTJ naik 0,33% menjadi Rp 1.500 per saham. Saham ULTJ dibuka stagnan di Rp 1.495 per saham. Harga saham ULTJ berada di level tertinggi Rp 1.500 dan terendah Rp 1.490 per saham. Total frekuensi perdagangan 565 kali dengan volume perdagangan saham 15.204 saham. Nilai transaksi harian Rp 2,3 miliar.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.