Festival Bedhayan 2026 Angkat Tema Memayu Hayuning Bawana, Hadirkan Damai Lewat Tari Nusantara

Festival Bedhayan 2026 juga mendapat sambutan hangat dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 09 Agustus 2026, 13:32 WIB
Festival Bedhayan 2026. (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Festival Bedhayan kembali digelar untuk keenam kalinya. Perhelatan yang merupakan selebrasi atas warisan seni budaya Nusantara ini diselenggarakan pada tanggal cantik, Sabtu (8/8/2026) di Gedung Kesenian Jakarta.

Tahun 2026 ini, tema yang diangkat dalam acara yang dihelat oleh Laskar Indonesia Pusaka, Jaya Suprana Schoolof Performing Arts, dan Yayasan Swargaloka adalah Memayu Hayuning Bawana. Ungkapan ini memiliki makna mendalam dalam falsafah Jawa, yang mengajarkan manusia untuk memperindah, memelihara, dan menjaga keseimbangan dunia demi terciptanya kehidupan yang damai dan berkelanjutan.

“Memayu Hayuning Bawana, jadi bagaimana festival Bedayan diharapkan dapat menentramkan suasana yang panas, baik cuacanya, politiknya, dan semuanya,” tutur Suryandoro, Penasihat Swargaloka, dalam konferensi pers yang dihelat sebelum acara.

Festival Bedhayan 2026 juga mendapat sambutan hangat dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pernyataan tertulisnya.

“Tari tidak sekadar menghadirkan keindahan gerak, tetapi juga merekam perjalanan peradaban bangsa. Oleh karena itu, setiap ikhtiar untuk merawat dan menghidupkan seni tradisi sesungguhnya merupakan upaya memperkuat jati diri Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Festival Bedhayan VI Tahun 2026 adalah salah satu ikhtiar tersebut. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara yang secara konsisten menghadirkan ruang bagi pelestarian, pengembangan, dan pemaknaan kembali Tari Bedhaya sebagai salah satu mahakarya budaya Nusantara.”


Antusiasme Terhadap Festival Bedhayan 2026

Ketua Umum Panitia Festival Bedhayan 2026, Aylawati Sarwono. (Ratnaning Asih/ Liputan6.com)

Ketua Umum Panitia Festival Bedhayan 2026, Aylawati Sarwono, mengungkap rasa bahagianya karena antusiasme terhadap acara ini makin terasa, terutama bila dibandingkan pada tahun-tahun awal penyelenggaraan.

“Yang dulunya sangat sunyi senyap, saya seperti berjalan sendiri di jalan yang sunyi, sekarang sudah mulai hiruk pikuk, banyak yang support, banyak yang peduli. Dan itu membuat saya bahagia, karena tujuan saya menyelenggarakan Festival Bedhayan ini, adalah memasyarakatkan tarian milik Indonesia sendiri, yang tidak kalah indah dan bisa memberikan keseimbangan mind, body and soul,” tuturnya.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah, yang akrab disapa Gusti Moeng, juga memberikan apresiasinya pada acara ini. Ia juga merasa gembira melihat antusiasme masyarakat Jakarta untuk melestarikan kesenian Nusantara ini.

Lanjut Baca:

“Ternyata di Jakarta, antusiasme masyarakat Jakarta, juga generasi mudanya, sangat tertarik dan ikut serta melestarikan Tari Bedhaya ini, yang mana ini bagi kami ini satu kemajuan yang luar biasa. Terutama di Ibu Kota RI, ada beberapa kelompok tari yang masih sampai sekarang konsisten melestarikan dan mengembangkannya,” ujarnya dalam konferensi pers.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya