Liputan6.com, Jakarta - Buku laris Filosofi Teras karya penulis Henry Manampiring diangkat ke layar lebar dengan Affandi Abdul Rachman sebagai sutradara. Diproduksi MD Pictures, film ini menempatkan Sherina Munaf sebagai pemeran utama. Selain itu, Filosofi Teras diperkuat performa Zee Asadel, Ge Pamungkas, Dinda Kanya Dewi, dan aktris peraih dua Piala Citra, Lydia Kandou.
Dalam wawancara eksklusif lewat telepon, Affandi Abdul Rachman menjelaskan, tahun lalu, kala menggarap film remake Pencarian Terakhir, tim MD Pictures menghubunginya. “Teman-teman dari rumah produksi MD Pictures menanyakan kesibukan saya sekarang dan memberi tahu sedang mengembangkan naskah Filosofi Teras, sudah masuk draft kelima. Saya tertarik,” katanya pada Minggu, 12 Juli 2026.
Advertisement
Terkait penentuan konfigurasi pemain, Affandi Abdul Rachman punya andil besar. Dalam Filosofi Teras, Sherina Munaf sebagai Nea. Ibunda Nea, Ratih, dimainkan Lydia Kandou. Pemilihan Lydia Kandou disertai alasan kuat. Affandi Abdul Rachman tak ingin pemeran ibu yang itu-itu saja. Affandi Abdul Rachman mengingat, sejak kecil sering menonton akting Lydia Kandou. Saat ia menyodorkan nama Lyda Kandou, tim MD Pictures pun sepakat. Untuk mencari pemeran utama, butuh effort lebih.
Lalu tercetus nama Sherina Munaf dengan sejumlah pertimbangan.“Kami menilai dia mampu embodied karakter Nea. Dia juga merefleksikan citra independent woman. Agak sulit meyakinkan Sherina untuk gabung dalam Filosofi Teras, sampai tiga kali draft skenario,” beri tahu Affandi Abdul Rachman.
Berikut enam fakta film Filosofi Teras.
1. Hari Pertama Syuting, Tanpa Deg-degan
Salah satu hal yang disyukuri Affandi Abdul Rachman yakni hari pertama syuting dilalui tanpa deg-degan karena penokohan para pemain sudah matang lewat reading naskah. “Mereka sudah paham dengan penokohan saat duduk bareng. Saya bersama para pemain menyamakan visi dan frekuensi, bukan sutradara yang memaksakan visinya ke para pemain,” katanya.
2. Syuting dan Jeda Tak Biasa
Affandi Abdul Rachman menyebut syuting film Filosofi Teras di Jakarta sangat ajaib. “Jadi begini, lima hari syuting lalu break delapan hari. Enam hari syuting lalu break Lebaran 2026. Setelah itu syuting lagi. Hebatnya, para pemain tetap dalam frekuensi yang sama,” akunya. Meski jeda break cukup lama, Sherina Munaf dan kawan-kawan konsisten dengan karakter. “Enggak ada tuh pertanyaan: Eh, terakhir syuting gue sampai mana ya?” ucap Affandi Abdul Rachman. Kesimpulannya, jam terbang dan reading intens memang enggak bohong.