Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Rusia dilaporkan menutup sembilan bursa kripto yang beroperasi di kawasan Moscow City, salah satu pusat bisnis dan keuangan utama di negara tersebut. Namun, hingga kini pemerintah Rusia belum merilis dokumen resmi yang menjelaskan rincian maupun dasar hukum penindakan tersebut.
Laporan mengenai penutupan sembilan bursa kripto pertama kali diberitakan Cointelegraph. Berdasarkan informasi yang tersedia, media tersebut menjadi sumber utama yang menyebut adanya tindakan penutupan terhadap sejumlah pelaku usaha perdagangan aset kripto di Moscow City.
Advertisement
Meski demikian, hingga saat ini belum ada perintah penegakan hukum, daftar bursa yang terdampak, maupun penjelasan resmi dari otoritas Rusia yang dipublikasikan kepada masyarakat.
Dikutip dari CoinMarketCap, Minggu (9/8/2026), laporan serupa juga dimuat media The Cryptonomist. Media tersebut menyebut tindakan yang dilakukan aparat berkaitan dengan aktivitas pertukaran aset kripto di kawasan Moscow City.
Meski diberitakan lebih dari satu media, informasi yang tersedia masih terbatas sehingga rincian mengenai perusahaan yang terdampak maupun bentuk pelanggaran yang diduga terjadi belum dapat dipastikan.
Belum Ada Bukti Resmi Soal Penangkapan atau Penyitaan Aset
Sejauh ini belum terdapat dokumen resmi yang mengonfirmasi adanya penangkapan, penyitaan aset, maupun dugaan tindak pidana pencucian uang dalam operasi tersebut.
Meski terdapat tautan menuju pemberitaan kantor berita Rusia TASS, informasi yang tersedia belum memuat kutipan ataupun rincian yang dapat diverifikasi mengenai operasi penutupan sembilan bursa kripto tersebut.
Selain itu, referensi lain yang mengarah ke laman utama RBC juga belum memberikan informasi spesifik mengenai tindakan aparat di Moscow City.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah langkah tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional yang lebih luas terhadap perdagangan aset kripto atau hanya penindakan terhadap sejumlah pelaku usaha tertentu di wilayah Moscow City.
Hingga saat ini juga belum ditemukan keputusan pengadilan maupun dekret pemerintah yang menunjukkan adanya larangan nasional terhadap aktivitas perdagangan aset kripto di Rusia.
Penutupan Bursa Kripto Dinilai Sejalan dengan Kebijakan
Meski informasi mengenai operasi di Moscow City masih terbatas, langkah tersebut dinilai sejalan dengan pendekatan Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperketat pengawasan terhadap industri aset digital.
Di sisi lain, pemerintah Rusia juga tetap mendorong pengembangan ekosistem kripto melalui regulasi tertentu. Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Presiden Rusia telah menandatangani undang-undang terkait aset kripto yang mulai berlaku pada 2026. Selain itu, bank terbesar Rusia, Sberbank, juga disebut tengah menyiapkan infrastruktur perdagangan aset kripto.
Rusia juga sebelumnya memperluas larangan aktivitas penambangan (mining) kripto di sejumlah wilayah, termasuk Moscow, hingga 2032.
Dengan kondisi tersebut, penutupan sembilan bursa kripto di Moscow City lebih tepat dipandang sebagai bagian dari langkah penegakan hukum yang masih memerlukan penjelasan resmi. Hingga saat ini, belum terdapat informasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Rusia telah melarang seluruh aktivitas perdagangan aset kripto secara nasional.