Liputan6.com, Jakarta - Arina semakin tidak mengerti dengan sikap Fico. Baru saja pria itu menenangkannya saat ia mengalami serangan panik, beberapa saat kemudian Fico kembali bersikap dingin dan pergi begitu saja. Khawatir sesuatu terjadi padanya, Arina nekat mengejar Fico.
Di sisi lain, Fico yang sedang kalut hampir mengalami kecelakaan karena mengemudi dalam keadaan emosi. Saat mencoba mengabaikan Arina, ia justru mengetahui bahwa jalan yang ditinggalkannya merupakan daerah rawan begal. Diliputi firasat buruk, Fico berbalik arah dan datang tepat waktu untuk menyelamatkan Arina dari kawanan begal. Namun, begitu semuanya berakhir, Fico kembali menjauh.
Advertisement
Sikap Fico yang terus berubah membuat Arina merasa pria itu bukan sedang membencinya, melainkan sedang berusaha melawan dirinya sendiri.
Di saat yang sama, Baskara mengetahui Fico telah menyelamatkan Arina. Baskara murka karena Fico dianggap mengingkari sumpah yang pernah diucapkannya di makam Farida. Baskara kembali mengingatkan Fico bahwa Renny adalah pembunuh ibunya.
Namun, untuk pertama kalinya, keyakinan Fico mulai goyah. Ucapan Arina tentang kemungkinan adanya orang ketiga di rumah tua terus menghantuinya. Ketika Fico menemukan jejak kaki berlumpur di lantai dua, ia mulai percaya bahwa malam itu memang ada seseorang yang masuk ke rumah setelah semua orang pergi.
Sementara itu, Hanna mulai menjalankan rencana balas dendamnya. Dengan alasan magang, ia berusaha masuk ke perusahaan Baskara untuk mencari dokumen yang ditinggalkan ayahnya. Di saat yang bersamaan, Hanna juga sengaja memancing pertengkaran antara Reno dan Baskara.
Reno yang mengetahui bahwa Baskara diam-diam mengurus hak perwalian Mikha tak mampu lagi menahan amarahnya. Pertengkaran itu membuat kondisi Intan semakin memburuk, sementara Hanna justru melihat semuanya sebagai kesempatan. Selama Reno sibuk melindungi ibu dan adiknya, ia bisa bergerak lebih leluasa menjalankan rencananya terhadap Baskara.