Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim foto yang bernarasikan tiket upacara bendera 17 Agustus di Istana Negara dibuat bisnis. Klaim itu ditemukan di media sosial Facebook pada 4 Agustus 2026.
Berikut isi unggahannya:
Advertisement
"Pemerintah Sudah Benar" Miskin Masyarakat Yang Mau Ikut Upacara Bendera 17 Agustus Di Istana Harus War Tiket Segalanya Dibuat Bisnis."
Akun itu menambahkan narasi:
"Bagaimana Menurut Kalian Tentang Negeri Kita Ini Yang Sudah Merdeka
#indonesia #nerdeka #17agustus #tahun1945 — merasa konyol di Indonesia."
Lalu benarkah klaim foto yang bernarasikan tiket upacara bendera 17 Agustus di Istana Negara dibuat bisnis? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Penelusuran Fakta
Cek Fakta Liputan6.com melakukan penelusuran dengan mengakses link pendaftaran undangan upacara Hari Ulang Tahun ke-81 RI di Istana Negara, Jakarta, Pandang.istanapresiden.go.id. Dalam situs itu ditegaskan bahwa pendaftaran upacara bendera 17 Agustus 2026 di Istana Negara tidak dipungut biaya alias gratis.
"⚠️Informasi Penting
Seluruh proses pendaftaran bersifat GRATIS dan tidak dipungut biaya apa pun, serta undangan tidak untuk diperjualbelikan. Hati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia," tulis pernyataan pada website tersebut.
Kemudian, penelusuran juga dilakukan dengan mesin pencarian Google. Hasilnya ditemukan video yang identik dengan postingan.
Video itu diunggah oleh Kementerian Sekretariat Negara RI dengan judul "Konferensi Pers Agenda Bulan Kemerdekaan Tahun 2026".
Di dalam video tersebut tidak terdapat penjelasan bahwa tiket upacara bendera 17 Agustus di Istana Negara diperjualbelikan atau dibuat bisnis.
Sumber:
https://pandang.istanapresiden.go.id/
https://www.youtube.com/watch?v=geM1OYmbxbI
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim yang menyebut tiket upacara bendera 17 Agustus di Istana Negara dibuat bisnis tidak benar.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.