Liputan6.com, Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus memperkuat upaya pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro. Tak hanya memberikan akses pembiayaan, PNM juga membuka kesempatan belajar bagi nasabah Mekaar melalui program Reward Studi Banding agar mampu mengembangkan usaha dengan ide dan inovasi baru.
Bagi banyak pelaku usaha ultra mikro, tantangan yang dihadapi bukan semata keterbatasan modal, tetapi juga minimnya akses terhadap pengetahuan dan inspirasi untuk mengembangkan usaha. Berangkat dari kondisi tersebut, PNM menghadirkan program pemberdayaan berkelanjutan yang membantu nasabah Mekaar melihat potensi usaha dari perspektif yang lebih luas.
Advertisement
Melalui Reward Studi Banding, para Ketua Kelompok nasabah PNM Mekaar diajak mempelajari secara langsung bagaimana komoditas sederhana dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya melalui studi banding di Solo yang memperkenalkan proses pengolahan singkong menjadi berbagai produk, seperti slondok hingga gemblong. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memunculkan berbagai ide baru yang bisa diterapkan dalam usaha masing-masing.
Pemberdayaan Tak Hanya Lewat Pembiayaan
Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. PNM menciptakan perubahan dengan memperluas wawasan para pengusaha perempuan ultra mikro agar mampu melihat peluang dari lingkungan sekitarnya, meningkatkan kualitas produk, hingga memperkuat daya saing usaha. Pendekatan tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan diri untuk terus berkembang dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar bagi keluarga mereka.
Direktur Utama PNM mengatakan bahwa pengalaman belajar langsung menjadi salah satu cara paling efektif dalam membangun kapasitas usaha yang dibangun dari dapur rumah tangga.
"Di bawah naungan Danantara, PNM terus memperkuat pelayanan yang tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan belajar dari praktik terbaik. Kami ingin setiap pengalaman yang diperoleh para nasabah mampu diterjemahkan dan diajarkan kembali ke anggota kelompoknya menjadi inovasi usaha yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga," ujarnya.
Nasabah Dapat Inspirasi Kembangkan Usaha
Dampak tersebut mulai dirasakan para peserta. Dyah Wulandari mengaku kini memiliki lebih banyak ide untuk mengembangkan usahanya setelah melihat langsung proses pengolahan singkong menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.
"Seneng, jadi tahu bahan baku yang selama ini ada di sekitar kita ternyata bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik. Saya jadi tidak sabar mencoba hal baru dan mengembangkan usaha saya," ungkapnya.
Selain memperkaya wawasan bisnis, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antarpeserta melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Bagi PNM, perubahan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan, tetapi juga dari tumbuhnya jejaring, rasa percaya diri, dan keberanian para perempuan ultra mikro untuk terus berinovasi.
Melalui berbagai program pemberdayaan, PNM terus menunjukkan bahwa menciptakan dampak berarti menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha, PNM tidak hanya membantu nasabah menjalankan usaha hari ini, tetapi juga membangun fondasi agar mereka mampu naik kelas, lebih adaptif terhadap perubahan, dan semakin berdaya saing dalam memperkuat ekonomi keluarga maupun masyarakat.