Liputan6.com, Jakarta - Arsenal menelan kekalahan 1-3 dari Real Betis pada laga uji coba pramusim yang digelar di Stadion Aviva, Dublin. Meski hasilnya mengecewakan, Mikel Arteta justru melihat sisi positif dari respons yang ditunjukkan para pemainnya.
Real Betis tampil lebih efektif sepanjang babak pertama melalui gol Rodrigo Riquelme, Nelson Deossa, dan Pablo Fornals. Arsenal hanya mampu membalas satu gol lewat Piero Hincapie sebelum turun minum.
Advertisement
Seluruh gol dalam pertandingan tercipta pada babak pertama ketika Arteta menurunkan mayoritas pemain berpengalaman. Pada periode itu, Kai Havertz, Viktor Gyokeres, Christos Tzolis, Ben White, Riccardo Calafiori, Cristhian Mosquera, dan Piero Hincapie tampil sebagai starter.
Arsenal sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga 62,7 persen pada babak pertama. Namun, efektivitas menjadi pembeda karena Betis mampu memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan.
Arteta Senang Melihat Kemarahan Pemain Arsenal
Arteta mengungkapkan suasana ruang ganti Arsenal dipenuhi rasa kecewa setelah peluit akhir berbunyi. Menurutnya, reaksi tersebut justru menjadi pertanda positif bagi tim.
"Sangat kesal, situasinya berat. Mereka sangat marah, tapi ini bagus. Itulah yang kita butuhkan," buka Mikel Arteta dikutip dari FotMob.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa target utama Arsenal di setiap pertandingan tetap meraih kemenangan. Karena itu, ia mengaku kecewa dengan hasil akhir meski laga tersebut hanya berstatus uji coba.
"Hal yang penting adalah menang dan kami gagal menang, jadi tentu saja saya kecewa dengan hasilnya. Memang benar kami menggunakan 25 pemain, jadi kita perlu melihat konteks pertandingannya," imbuh Arteta.
Arteta Soroti Mental Bertanding Arsenal
Selain hasil pertandingan, Arteta menyoroti perbedaan kualitas permainan dan daya saing timnya. Ia menilai Arsenal sempat menunjukkan permainan yang baik, tetapi gagal mempertahankan standar saat bertahan.
"Di babak pertama, dengan lebih banyak pemain utama, ada dua hal yang sangat berbeda: cara kami bermain dan cara kami berkompetisi, karena kami sempat menunjukkan momen-momen fantastis selama permainan berlangsung," tutur Arteta.
Meski demikian, mantan asisten Pep Guardiola itu menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kompetisi resmi dimulai. Terutama dalam situasi bertahan di area kotak penalti sendiri.
"Namun, dalam hal cara kami berkompetisi, terutama di dalam dan sekitar kotak penalti kami, serta terkait standar yang biasa kami terapkan, ada hal-hal yang perlu diperbaiki," tegas Arteta.