Liputan6.com, Jakarta - Pergeseran paradigma terjadi dalam adopsi HP lipat (foldable) di tengah masyarakat. Pada masa awal kemunculannya, perangkat foldable hanya dilirik oleh kelompok early adopter karena nilai estetika dan rasa penasaran.
Kini, integrasi kecerdasan buatan (AI) mentransformasikannya menjadi alat produktivitas fungsional bagi pasar mainstream.
Advertisement
President of Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, menjelaskan bagaimana perpaduan hardware dan software pada Galaxy Z Fold8 Series mendorong pergeseran perilaku konsumen dari sekadar pembelian emosional menuju kebutuhan fungsional mendasar.
"Di era Galaxy AI, posisi perangkat lipat bertransformasi total. Dulu konsumen membeli foldable karena alasan emosional seperti rasa penasaran; kini mereka membelinya karena fungsionalitas unggulan. HP lipat kami posisikan sebagai kanvas ideal bagi AI multimodal--tempat di mana pemrosesan teks, gambar, suara, dan konteks terjadi secara bersamaan--dalam ruang multitasking yang intuitif," ungkap Harry Lee dalam wawancara khusus kepada Tekno Liputan6.com, Kamis (6/8/2026).
Harry menekankan keluasan bentang layar HP lipat merupakan kunci utama yang memaksimalkan potensi pemrosesan Galaxy AI, baik untuk kebutuhan produktivitas harian maupun pembuatan konten kreatif.
"Ruang visual yang luas ini menjadi faktor paling disukai pengguna smartphone lipat. Dengan pengalaman dan pemahaman penggunanya selama tujuh generasi, hanya Samsung yang menyatukan desain premium & trendi dengan hardware unggulan dan AI secara seamless," ucapnya menambahkan.
Keunggulan fungsional tersebut dibuktikan lewat integrasi fitur produktivitas visual, penerjemahan langsung, hingga pemanfaatan sistem kamera flagship.
Fitur AI Baru: My FanCam
Galaxy Z Fold8 dibekali gabungan lensa ultrawide 50MP dan kamera utama 50MP, disempurnakan oleh fitur AI seperti My FanCam yang mampu melacak subjek serta menyesuaikan framing secara otomatis dan real-time.
Kehadiran fitur-fitur berbasis AI ini menjadikan seri foldable terbaru Samsung sebagai standar baru dalam kemudahan multitasking harian.
Samsung membuktikan bahwa nilai tambah ponsel lipat saat ini terletak pada keharmonisan antara fleksibilitas bentuk fisik dengan kecerdasan sistem operasi yang berjalan intuitif di dalamnya.