Liputan6.com, Abu Dhabi - Di tengah postingan tentang liburan musim panas dan suasana balik ke sekolah, robot paling terkenal asal Dubai menikah. Terdapat pengantin wanita yang mengenakan abaya hitam dengan hiasan emas. Di kedua sisinya, terdapat para pria berpakaian kandura khas Arab. Postingan ini mungkin dilewati begitu saja jika yang menikah bukanlah robot humanoid Unitree G1. Bu Sunaidah, kini, sudah beristri. Namanya Moza, dan ia juga sebuah robot.
Dikutip dari Gulf News, Kamis (6/8/2026), Bu Sunaidah, sebuah humanoid yang menjadi sesuatu tak terpisahkan dalam acara-acara publik di UAE. Ia membagikan foto-foto yang terlihat sebagai pernikahan, lengkap dengan robot yang mengenakan abaya hitam berhias emas berdiri di antara dua pria berpakaian kandura.
Advertisement
Dalam keterangan foto tersebut yang diposting dalam bahasa Arab dan terjemahan bahasa Inggris, diawali dengan pujian kepada Allah. Selanjutnya, ia mengumumkan bahwa hari itu ia telah menikahi robot tercantik bernama Moza, tak lupa berterima kasih kepada keluarga dan teman-teman yang turut hadir untuk merayakan momen tersebut.
Postingan itu telah disukai oleh lebih dari 41,000 pengguna, 2,300 komentar dan dibagikan sebanyak sekitar 109,000 kali dalam tiga hari. Hal ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan bagi Bu Sunaidah. Tanggapan yang muncul juga terbagi. Banyak yang menganggapnya lucu dan sebagian lainnya tidak, setelah momen viral yang terjadi.
Robot ini adalah Unitree G1, sebuah robot humanoid yang sudah tersedia di pasaran dan dirancang untuk penelitian, pendidikan, serta demonstrasi interaktif. Teknologi ini telah mendapat julukan lokal dan pengikut di Instagram berkat video-video yang menampilkan budaya, tradisi, dan acara-acara publik Uni Emirat Arab. Proyek ini dikembangkan oleh SS Lootah Group, dan pimpinan perusahaan tersebut, Yousif Lootah, juga tampil bersama robot tersebut.
Ia pun mendapat ketenaran nasional setelah proyek ini muncul bersama Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum di dekat Emirates Towers. Sejak saat itu, proyek ini menjadi langganan di berbagai acara bergengsi, termasuk forum “Make it in the Emirates” di Abu Dhabi di bulan Juni.
Kontroversi Robot Tersebut
Pada bulan Juni kemarin, tersebar sebuah rekaman viral yang memperlihatkan robot tersebut terlihat ikut bergabung dengan jemaah saat salat Id di sebuah masjid di Dubai. Hal ini memicu perdebatan antara mereka yang melihatnya sebagai perpaduan menarik antara teknologi dan tradisi. Di sisi lain, ada yang mempertanyakan apakah teknologi tersebut pantas ikut dalam ibadah. Beberapa pengguna bahkan ada yang bertanya apakah suatu hari robot bisa menggantikan imam. Kekhawatiran ini diperkuat oleh video sebelumnya yang menunjukkan robot melantunkan azan dan telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.
Pernikahan ini berada dalam konteks yang mirip. Upacara pernikahan di UEA merupakan kontrak hukum dan bagi umat Islam, sebuah kontrak keagamaan. Oleh karena itu video pernikahan tersebut menuai pertanyaan yang sama seperti pada video salat tersebut. Terlebih lagi, akun yang mengunggah postingan pernikahan itu belum memberikan tanggapan.
Pernikahan antar robot ini bukanlah pernikahan robot pertama.
Tahun lalu, seorang influencer teknologi asal Irak, Ali Assem, menggelar pernikahan pura-pura dengan ChatGPT di dekat Burj Khalifa, lengkap dengan pengantin wanita robot berbaju putih, tamu-tamu robot, kue, sampai akta nikah palsu. Hal ini digambarkan sebagai pernikahan pertama tanpa pertengkaran. Reaksi publik terhadap itu juga terbelah.
Kemudian, di 2018, sepasang suami istri asal Uni Emirat Arab meresmikan akta nikah mereka melalui sebuah robot di Service 1 Centre di Emirates Towers. Prosesinya dilakukan melalui konferensi video antara kedua keluarga dan seorang hakim Pengadilan Dubai. Ini adalah pernikahan asli yang menggunakan teknologi baru.