Rangga Azof Petik Hikmah hingga Ilmu Parenting dari Sinetron SCTV Biarkan Hati Bicara

Rangga Azof memerankan karakter Fico yang sering tantrum di sinetron SCTV Biarkan Hati Bicara.

oleh Afradhiya N. RDiterbitkan 06 Agustus 2026, 14:33 WIB
Rangga Azof dalam Sinetron Biarkan Hati Bicara. (SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - SCTV menggelar online interview dengan para aktor sinetron terbaru Biarkan Hati Bicara, pada Rabu(5/8/2026). Dalam wawancara itu, Rangga Azof menceritakan bagaimana karakter Fico yang ia perankan di sinetron terbarunya itu. 

Dikenal sebagai karakter yang tantrum, Fico memiliki masa kecil cukup sulit dan menyedihkan setelah ibunya meninggal.

“Karakter Fico itu masa kecilnya cukup menyedihkan karena dia ditinggal sama ibunya. Dan dia harus hidup di satu keluarga yang benar-benar tidak mendapatkan support yang baik, positif sepeninggalan ibunya, ucap Azof.

Meski itu membuatnya menjadi sering tantrum, Fico tetap memiliki sifat penyayang yang didapat dari ibunya. “Makanya dia menjadi pribadi yang sering tantrum dan dendam di dalam hatinya. Tapi ada sedikit beberapa ajaran dari ibunya untuk menjadi pria yang baik.” Jelas Azof.

Azof juga menilai bahwa sisi penyayang Fico belum banyak disadari oleh para penonton. Sisi penyayang ini terkadang terlihat saat Fico menolong Ariana yang sedang kesusahan.

“Fico tuh sebetulnya penyayang banget karena dia emang sangat mengidolakan ibunya kan. Patokan dia tuh di ibunya untuk secara karakter. Tapi dia dibangun oleh bapaknya. Dia besar bersama bapaknya. Tapi dibuat secara karakter tuh dapatnya dari ibunya. Makanya ada beberapa scene ketika dia ngelihat Arina itu kesusahan atau jatuh dan harus dibopong. Nah, itu dia kayak ngerasa karakter ibunya tuh terpanggil untuk membantu," jelanya. 


Belajar Parenting dari Background Karakter Fico

Biarkan Hati Bicara. (SCTV)

Memerankan karakter Fico yang kasar dan tantrum, Rangga Azof merasa bahwa banyak yang bisa dipetik dari sinetron itu, salah satunya adalah tentang parenting. Ia menilai bahwa karakter penyayang yang didapat dari ibu Fico itu menjadi fondasi yang baik untuk anak-anak.

“Kita sebagai anak emang gak bisa memilih siapa orang tua kita. Tapi yang pasti nilai-nilai kehidupan yang baik, bagus, dan penting emang harus ditanamkan sejak dini. Karena seperti apa yang dia alami sama Fico. Dia besar bersama bapaknya, tapi dia tumbuhkan oleh ibunya," ujarnya.

Ia meneruskan, "Jadi, karakter yang kuat itu menjadi fondasi baik untuk anak-anak. Ini bagus untuk parenting para bapak dan ibu kepada anaknya. Karena suatu hari nanti kan anaknya bakal dilepas. Dan itu bakal menjadi pegangan buat si anak menjadi karakter yang baik untuk orang-orang di luar sana gitu.”

Lanjut Baca:

Pelajaran yang bisa diambil dari Biarkan Hati Bicara menurut Azof adalah kita tidak boleh menghardik seseorang dan menyalahkan takdir. Menurutnya, kita juga tidak boleh memaksakan kehendak karena semuanya sudah ditakdirkan. “Kita harus tetap menjalani suatu hubungan yang sebenarnya emang udah ditentukan sama Tuhan. Kita tuh tidak boleh menyangkal ‘itu harusnya milik gue’ gitu loh. Kita gak boleh namanya menyalahkan takdir dan segala macam. Karena yang saya tahu kita tidak boleh memaksakan suatu kehendak yang nantinya akhirnya juga kita bakal tinggalin.” Ucap Azof.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya