Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Kenaikan ini sejalan dengan lonjakan harga emas Antam, sehingga dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi maupun membeli logam mulia.
Berdasarkan daftar harga resmi Antam, harga perak naik Rp 300 menjadi Rp 41.950 per gram, dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp 41.650 per gram.
Advertisement
Kenaikan harga perak tersebut berlangsung bersamaan dengan penguatan harga emas Antam. Pada hari ini, harga emas Antam melonjak Rp 50.000 menjadi Rp 2.679.000 per gram, dibandingkan harga pada Rabu (5/8/2026) yang sebesar Rp 2.629.000 per gram.
Antam merupakan singkatan dari PT Aneka Tambang Tbk, perusahaan pertambangan milik negara yang kini menjadi anggota holding industri pertambangan MIND ID. Selain dikenal sebagai produsen emas batangan, Antam juga memproduksi logam mulia lainnya, termasuk perak.
Perak sendiri merupakan logam mulia dengan simbol Ag dan nomor atom 47. Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku perhiasan, perak juga banyak digunakan pada industri elektronik karena memiliki daya hantar listrik dan panas yang sangat baik. Dalam beberapa tahun terakhir, perak juga semakin diminati sebagai salah satu instrumen investasi alternatif.
Rincian Harga Perak Antam
Antam menjual produk perak dalam dua kategori, yakni Perak Murni dan Perak Heritage.
Berikut rincian harga Perak Murni Antam pada Kamis (6/8/2026):
250 gram
- Harga dasar: Rp 10.887.500
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 12.085.125
500 gram
- Harga dasar: Rp 20.975.000
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 23.282.250
Sementara itu, produk Perak Heritage yang hadir dengan desain eksklusif juga masih menjadi pilihan kolektor maupun investor.
Berikut daftar harganya:
31,1 gram
- Harga dasar: Rp 1.852.428
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 2.056.195
186,6 gram
- Harga dasar: Rp 9.993.166
- Harga termasuk PPN 11%: Rp 11.092.414
Meski kenaikan harga perak hari ini tidak sebesar emas, pergerakan positif tersebut menunjukkan logam mulia masih menjadi aset yang diminati di tengah dinamika pasar keuangan global. Selain sebagai instrumen investasi, perak juga memiliki nilai tambah karena permintaannya didukung oleh kebutuhan industri, termasuk sektor elektronik, energi terbarukan, dan manufaktur.