Cahya Supriadi Layak Jadi Kiper Nomor 1 Timnas Indonesia

PSIM tak akan merekrut kiper asing untuk Super League 2026/2027 dan mengandalkan Cahya Supriadi yang dinilai layak jadi kiper utama Timnas Indonesia.

oleh Ana DewiDiterbitkan 06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Pemain Timnas Indonesia Cahya Supriadi. (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta memastikan tidak akan merekrut kiper asing untuk menghadapi Super League 2026/2027. Pelatih Jean-Paul van Gastel menepis rumor yang beredar dan mengandalkan Cahya Supriadi di bawah mistar.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menilai performa dan perkembangan Cahya terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan usia yang masih relatif muda serta latar belakang sebagai mantan kiper Persija Jakarta, sang pemain dipandang menyimpan potensi besar.

Cahya yang lahir di Karawang saat ini juga dipercaya membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Van Gastel menyebut penampilan sang kiper menarik perhatian klub-klub besar, namun memastikan ia tetap menjadi bagian penting dalam proyek PSIM Semarang untuk musim depan.


Rumor Kiper Asing untuk Super League 2026/2027 Dibantah

Cahya Supriadi ketika PSIM Yogyakarta bertanding melawan Persebaya Surabaya pada BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (8/8/2025). (Bola.com/Abdul Aziz)

Van Gastel menegaskan kabar perekrutan penjaga gawang asing tidak benar. "Saya mendengar ada rumor bahwa kita akan mendatangkan kiper asing, tetapi bukan itu yang akan kita lakukan. Kita akan mempertahankan Cahya karena kita memiliki rasa percaya kepadanya," kata Van Gastel.

Pelatih berusia 54 tahun itu juga menyatakan tidak ada rencana mendatangkan pengganti dari luar negeri. "Untuk membawa kiper asing menggantikan Cahya? Tidak, tidak. Saya tidak tahu apakah rumor itu benar atau tidak, tetapi saya tidak akan mendatangkan kiper asing. Saya akan mempertahankan Cahya, jadi bagi saya tidak ada lagi bahan diskusi," pungkasnya.

Status Cahya sebagai penjaga gawang nomor satu PSIM dipertahankan untuk musim baru. Keputusan tersebut, menurut Van Gastel, diambil setelah melihat peningkatan performa yang sangat positif. Mantan asisten pelatih Besiktas itu menilai pilihan ini sejalan dengan arah tim.


Potensi Timnas dan Ketertarikan Klub Besar

Van Gastel memberikan penilaian tinggi terhadap prospek sang kiper. "Saya pikir di masa depan dia mungkin bisa menjadi kiper utama tim nasional," ujar Van Gastel.

Menurutnya, usia Cahya yang masih muda memberi ruang sangat luas untuk meningkatkan kualitas. Pengalaman sebagai eks Persija Jakarta turut memperkaya jam terbangnya.

Performa apik itu disebut tidak luput dari radar tim papan atas di liga. "Sudah jelas dia akan diminati oleh klub-klub yang lebih besar di liga ini. Akan sangat menarik bagi mereka untuk mendatangkannya, tetapi untuk saat ini dia akan tetap bersama kami," tegas Van Gastel.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya