Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meluas. Beratnya medan yang dilalui membuat proses pemadaman tidak mudah dilakukan.
Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua unit helikopter water bombing guna mempercepat pemadaman api dari udara.
Advertisement
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan titik api yang bermula dari Blok Bantengan, Kecamatan Senduro, Lumajang, pada Senin (3/8/2026) sore kini telah menjalar hingga ke kawasan Watu Gede, Kabupaten Probolinggo. Kontur topografi yang terjal menjadi hambatan utama satgas darat dalam menjinakkan si jago merah.
"Kondisi medan sangat berat dan sulit dijangkau tim darat, sehingga pengerahan pemadaman udara menjadi krusial," tegas Suharyanto Rabu (5/8/2026).
Pengerahan Helikopter Mulai Besok
Pengerahan helikopter ditargetkan mulai beroperasi paling lambat Kamis (6/8/2026), mengingat armada BNPB saat ini juga tersebar di enam provinsi rawan karhutla lainnya. Kemungkinan helikopter yang digunakan menggunakan tipe Mi atau Sikorsky.
"BNPB terus melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan apakah dua unit helikopter tersebut cukup, meski berkaca pada kejadian 2023, jumlah armada tersebut dinilai efektif," tambahnya
Sementara itu, opsi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih tertahan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan BMKG, namun hingga saat ini belum ada pertumbuhan awan hujan yang potensial untuk disemai," tutup Suharyanto.