Rupiah Menguat Tinggalkan 18.000, Intip Prediksi Hari Ini

Berikut prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sentimen data pertumbuhan ekonomi Indonesia dan geopolitik, Rabu (5/8/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Agustus 2026, 12:11 WIB
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) naik pada perdagangan Rabu, (5/8/2026) sehingga meninggalkan posisi 18.000. Lalu bagaimana prediksi rupiah terhadap dolar AS hari ini?

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah menguat 55 poin atau 0,31% menjadi 17.972 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 18.027 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa memprediksi rupiah melemah seiring pelaku pasar menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS).

“Pelemahan rupiah saat ini masih lebih dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Pelaku pasar menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve,” tutur dia dikutip dari Antara.

Selain itu, ia menambahkan, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga memberikan tekanan pada mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Melihat sentimen domestik, pasar disebut mencermati rilis Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) Juni 2026 yang menunjukkan defisit lebih kecil dari perkiraan, serta inflasi Juli yang tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia.

Hari ini, Amru menuturkan, perhatian investor akan tertuju pada rilis Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II 2026.

“Apabila pertumbuhan ekonomi berada di atas ekspektasi pasar, rupiah berpotensi memperoleh sentimen positif karena mencerminkan fundamental ekonomi domestik yang tetap solid,” ujar Amru.

 

Prediksi Rupiah dalam Jangka Pendek

Bank Indonesia (BI) juga menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah ini sejalan dengan pergerakan mata uang Asia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun rupiah diprediksi bergerak pada kisaran 17.950- 18.100 per dolar AS dalam jangka pendek. Meskipun tekanan eksternal masih mendominasi, ruang pelemahan diprediksi relatif terbatas karena didukung oleh inflasi domestik yang tetap terkendali, prospek pertumbuhan ekonomi yang masih positif, serta komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Ke depan, dia menekankan arah rupiah akan dipengaruhi oleh hasil rilis PDB Indonesia hari ini dan data ketenagakerjaan AS pada akhir pekan.

“Jika PDB Indonesia lebih baik dari perkiraan dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali mereda, rupiah berpeluang menguat. Sebaliknya, apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan penguatan sehingga mendorong dolar AS terapresiasi, rupiah masih berpotensi bergerak mendekati batas atas kisaran proyeksi tersebut,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya