Hasil Autopsi Dokter PPDS di Siak Bunuh Diri dengan Suntik Mati

Dokter Residen Anastesi PPDS Universitas Riau di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian, Siak itu meninggal dunia bunuh diri menyuntik mati.

oleh Muhamad Agil AliansyahDiterbitkan 05 Agustus 2026, 08:12 WIB
Dokter PPDS ditemukan tewas di samping RSUD Siak

Liputan6.com, Jakarta - Teka teki penyebab kematian dr. Alex Cristo Loris, akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan kepolisian menemukan fakta bahwa Dokter Residen Anastesi Program Pendidikan Dokter Spesialis Universitas Riau di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian, Siak itu meninggal dunia bunuh diri dengan menyuntik mati.

"Hasil autopsi menyatakan terdapat bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban yang diduga sebagai jalur masuk obat 'Rocuronium' ke dalam tubuh. Pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada sampel urine, darah, dan ginjal korban," kata Kepala Polres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar dalam konferensi pers di Siak, Selasa (4/8/2026), sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (5/8/2026).

BACA JUGA: Lagi, Dokter PPDS Meninggal Akibat "Bully"
Polisi ungkap hasil penyelidikan kematian dokter PPDS di RSUD Siak. (Foto Antara).

Temuan Polisi

Sebelumnya jasad dokter tersebut ditemukan di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut Sepuh Ade Irsyam, berdasarkan rangkaian penyelidikan ilmiah, hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, serta psikologi forensik, penyidik menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban akibat korban sendiri.

Dia mengatakan, sejak laporan penemuan mayat diterima, penyidik segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, memeriksa rekaman CCTV, meminta keterangan para saksi, serta melibatkan sejumlah ahli guna memastikan penyebab kematian secara objektif dan profesional.

Dari hasil olah TKP diketahui korban ditemukan dalam posisi terlentang di semak belukar sekitar lima meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak.

Di dekat korban ditemukan tas berisi berbagai perlengkapan medis, antara lain stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit yang berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.

Selain itu, rekaman CCTV yang diambil dari dua sumber menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ditemukan meninggal dunia dan tidak terlihat adanya orang lain yang mendampingi korban.

"Penyidik Satreskrim Polres Siak menyimpulkan bahwa tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Penyebab kematian almarhum dr Alex Cristo Loris disimpulkan sebagai akibat dari perbuatannya sendiri," kata dia.

Penyebab Kematian

Oleh karena itu ahli forensik menyimpulkan kematian korban disebabkan efek "Rocuronium" yang mengakibatkan kelumpuhan total otot pernapasan sehingga korban mengalami mati lemas (asfiksia).

Sementara itu, memar pada kepala korban tidak menjadi penyebab kematian, sedangkan luka-luka lain pada tubuh merupakan luka pasca kematian akibat aktivitas serangga.

"Pemeriksaan Laboratorium Forensik Polda Riau juga menguatkan bahwa bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban, sehingga menunjukkan jarum tersebut digunakan oleh korban sendiri dan mengandung Rocuronium," tandasnya.

KONTAK BANTUANBunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya