Liputan6.com, Paris - Kebakaran hutan di wilayah selatan Prancis mengungkap temuan mengejutkan berupa sekitar 400 peluru dan amunisi bersejarah yang terkubur di Desa Le Porge, menurut otoritas setempat.
Dikutp dari BBC, Rabu (5/8/2026), ledakan yang terdengar saat kebakaran semula diduga berasal dari tabung gas yang meledak. Namun, komandan pemadam kebakaran setempat mengatakan kepada media lokal bahwa ledakan tersebut kemungkinan dipicu oleh amunisi Perang Dunia II yang meledak akibat panas.
Advertisement
Pada malam kedua kebakaran, lebih dari 100 ledakan terdengar. Wali Kota Le Porge, Martial Zaninetti, mengatakan kepada France Info bahwa suara ledakan itu menyerupai "suara perang".
Operasi penjinakan bahan peledak kini telah memungkinkan sebagian besar warga kembali ke rumah mereka. Meski demikian, Zaninetti mengatakan masih ada sejumlah area yang tetap ditutup untuk umum. Kebakaran tersebut menghancurkan lebih dari 180 rumah di wilayah itu.
"Ada gudang amunisi yang terkubur di lahan dalam wilayah kami, tetapi kami tidak mengetahuinya, dan amunisi itu meledak," ujar Zaninetti kepada France Info.
Ia menggambarkan amunisi yang meledak melesat "ke kanan, ke kiri", bahkan ada satu proyektil yang menembus sebuah rumah.
Dalam pernyataan di Instagram pada Senin, Zaninetti mengatakan akses menuju pantai, area perkemahan, dan Desa La Jenny masih ditutup.
Menurut media Prancis, amunisi bersejarah yang ditemukan berasal dari Jerman dan Prancis, termasuk peluru mortir serta peluru antitank.
Penemuan tersebut terjadi setelah kebakaran hutan melanda wilayah Gironde. Kebakaran yang berlangsung sekitar 10 hari itu kini telah berhasil dikendalikan.
Foto-foto dari Le Porge pada Senin memperlihatkan keluarga-keluarga memilah sisa-sisa rumah mereka yang hangus terbakar.
Penanganan Kebakaran
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyampaikan terima kasih kepada para petugas pemadam kebakaran atas upaya mereka. Ia mengatakan bahwa "Prancis telah berdiri teguh menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya".
Lecornu juga menyebut penanganan kebakaran di wilayah Gironde telah memasuki "fase baru", dengan warga yang sebelumnya dievakuasi mulai kembali ke rumah masing-masing secara bertahap.
Dalam dua pekan terakhir, kebakaran hutan melanda berbagai wilayah di Eropa, terutama Prancis dan Spanyol, sehingga memaksa lebih dari 330.000 orang mengungsi.
Prancis menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Sekitar 42.000 hektare lahan di wilayah barat daya terbakar, menjadikannya salah satu kebakaran hutan terbesar yang pernah terjadi sejak Perang Dunia II.