Dua Kali Ganti Presiden, Jalan Rusak Lampung Tidak Tersentuh Perbaikan

Warga akhirnya memperbaiki secara gotong royong.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 04 Agustus 2026, 15:33 WIB
Jalan rusak di Way Kanan

Liputan6.com, Jakarta - Kesal lantaran jalan rusak bertahun-tahun tida kunjung diperbaiki pemerintah, warga Desa Karangan, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Way Kanan, Lampung, akhirnya turun tangan. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya demi mengurangi risiko kecelakaan yang kerap terjadi.

Salah seorang warga, Bintang mengatakan, kondisi jalan tersebut telah rusak selama bertahun-tahun. Bahkan, menurutnya, perbaikan terakhir dilakukan saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sejak itu, belum ada lagi perbaikan menyeluruh.

"Jalan ini sudah lama rusak. Yang paling sering terdampak adalah ibu-ibu dan anak-anak sekolah karena jalan berlubang dan licin sehingga rawan kecelakaan," kata Bintang, Selasa (4/8/2026).

Karena tak kunjung mendapat kepastian perbaikan dari pemerintah, warga bersama tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat sepakat mengumpulkan dana serta material secara swadaya untuk memperbaiki ruas jalan yang paling berbahaya.

Menurut Bintang, berbagai harapan dan usulan agar jalan tersebut segera diperbaiki sudah beberapa kali disampaikan.

"Hingga kini belum ada realisasi pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Way Kanan," keluhnya.

Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga. Ruas jalan itu menjadi jalur utama menuju sekolah dasar, kawasan perkebunan, sekaligus menghubungkan Kampung Tua Desa Karangan dengan wilayah di sekitarnya.

Kerusakan jalan dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan meningkatkan potensi kecelakaan.

Pada tahap awal, warga memfokuskan perbaikan di dua titik yang dianggap paling rawan. Titik pertama berada di tanjakan yang sering menjadi lokasi pengendara sepeda motor terjatuh, terutama ibu-ibu dan anak-anak sekolah.

Sementara titik kedua berada di ruas jalan yang kerap tergenang banjir sehingga membahayakan pengguna jalan.

Meski semangat gotong royong tinggi, keterbatasan anggaran membuat perbaikan hanya bisa dilakukan secara bertahap. Saat ini warga masih terus menggalang dana swadaya agar perbaikan dapat dilanjutkan ke titik-titik lain yang juga mengalami kerusakan.

"Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan memperbaiki jalan ini secara permanen. Tetapi jika belum juga terealisasi, kami akan tetap berusaha memperbaikinya sedikit demi sedikit sesuai kemampuan melalui dana swadaya masyarakat," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya