Sjafrie Beberkan Rencana Baru Kerja Sama dengan Thailand

Indonesia dan Thailand akan memperkuat kerja sama pertahanan melalui kemitraan strategis, mencakup bidang militer, pendidikan, dan industri.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 04 Agustus 2026, 15:16 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Pertahanan Thailand, Adul Boonthumjaroen di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (4/8/2026). (Foto: Rifqy Alief/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Pertahanan Thailand, Adul Boonthumjaroen di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dalam kunjungan ini, dia menjelaskan kedua pihak akan diskusi sejumlah kerja sama yang akan dijalankan, khususnya dalam bidang pertahanan dan militer.

"Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia dan Thailand akan menegaskan komitmen kerja sama antara kedua negara dengan meningkatnya suatu kerja sama menjadi kemitraan strategis atau strategic partnership antara Indonesia dan Thailand, khususnya di bidang pertahanan dan militer," kata Sjafrie di Gedung Kemhan Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Dia menekankan, hubungan yang telah erat akan semakin diperkuat. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dalam mewujudkan Defense Cooperation Agreement (DCA). Dia menegaskan bahwa DCA menjadi menjadi payung kerja sama antara Indonesia dan Thailand.

Selain itu, Sjafrie menjelaskan, kerja sama kedua negara mencakup di bidang militer, pendidikan, pertukaran personel, industri pertahanan, dan kegiatan lainnya. Salah satu yang sempat dilakukan bersama beberapa waktu lalu yaitu latihan gabungan bersama Garuda Shield.

"Kita akan terus mengembangkan kerja sama bilateral, baik itu di bidang latihan, pendidikan, pertukaran personel, hingga industri pertahanan," jelas dia.

Selain itu, kedua negara juga akan memperkuat kolaborasi dalam berbagai kegiatan multilateral sebagai sesama negara serumpun di kawasan ASEAN.

"Dalam kaitan ASEAN, Thailand dan Indonesia juga bagian dari upaya untuk menjaga stabilitas di Selat Malaka, seperti juga peran dari Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand," ucap Sjafrie.

 

Kerja Sama di Selat Malaka

Dalam hal Selat Malaka, Sjafrie menyebut akan meningkatkan patroli bersama negara-negara ASEAN lainnya guna menjaga stabilitas kawasan. Sedangkan untuk ranah pendidikan, Sjafrie menegaskan bakal ada pertukaran perwira, prajurit dari pasukan khusus kedua negara.

"Kita akan melakukan pertukaran perwira, prajurit dari pasukan khusus kedua negara, dan juga kita berencana untuk melakukan latihan antara kedua pasukan khusus Indonesia dan Thailand," jelasnya.

Sementara itu, Menhan Thailand, Adul Boonthumjaroen mengaku senang melakukan kunjungan ke Indonesia, khususnya ke Kementerian Pertahanan. Menurutnya, hubungan kedua negara sejauh ini sudah sangat baik.

Dengan adanya kunjungan ini, dia berharap hubungan Indonesia dan Thailand akan semakin kuat, khususnya di bidang pertahanan dan militer.

"Kita ketahui bahwa hubungan antara dua pihak ini sudah bagus, sudah ramah dan akan ditambahkan lagi untuk hal yang kita akan bicarakan nanti," kata dia.

Selain itu, kedua negara juga akan membahas kerja sama di bidang industri pertahanan. Menurutnya Menhan Thailand, Indonesia dan Thailand telah memiliki fondasi kerja sama yang baik sehingga perlu didorong melalui pertukaran pengalaman, kemampuan, dan teknologi yang dapat saling menguntungkan.

Kemudian, dia mengatakan pembahasan juga akan diarahkan pada upaya memperkuat keamanan kawasan, tidak hanya dalam konteks hubungan bilateral Indonesia dan Thailand, tetapi juga melalui kerja sama yang lebih luas di tingkat ASEAN.

"Dan setelah ini kita perlu ditambahkan hal yang bisa ditingkatkan keamanan di kawasan kita bukan cuma dua negara Indonesia dan Thailand, tapu dengan ASEAN yang kita akan bicarakan," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya