Polisi Autopsi Jenazah Siswa SMP di Pemalang Diduga Korban Bullying

Autopsi dilakukan untuk bisa mengetahui secara gamblang apakah siswa tersebut menjadi korban bullying atau tidak.

oleh Danny Adriadhi UtamaDiterbitkan 04 Agustus 2026, 13:25 WIB
Siswa SMPN 4 Randudongkal Pemalang diduga korban bullying. (tangkapan layar video media sosial).

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian terus menyelidiki kematian seorang siswa SMPN 4 Randudongkal Pemalang bernama Ahmad Al Fian, setelah menjalani perawatan di RS Mardhatillah Muhammadiyah, Minggu (2/8/2026) malam.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M Faizal Wildan Umar Rela mengatakan, kepolisian menyelidiki kematian Ahmad Al Fian untuk mengorek informasi mengenai dugaan perundungan atau bullying.

"Masih diselidiki. Kami hari ini sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab siswa tersebut meninggal," kata Faizal saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/8/2026).

 

Siswa SMPN 4 Randudongkal Pemalang diduga korban bullying. (tangkapan layar video media sosial).

Menurut Faizal, autopsi dilakukan untuk bisa mengetahui secara gamblang apakah siswa tersebut menjadi korban bullying atau tidak. Proses autopsi terhadap jenazah siswa tersebut atas persetujuan kedua orang tua.

"Autopsi perlu dilakukan supaya kami bisa mengetahui penyebab meninggalnya korban. Ini juga sudah sesuai persetujuan kedua orang tuanya," ujar Faizal.

Kepolisian saat ini juga sedang memeriksa 11 orang dimintai keterangan sebagai saksi. 11 saksi meliputi pegawai bagian humas, sejumlah guru dan siswa teman sekelas korban.

"Saksi-saksi yang sedang diperiksa ada sebelas. Hari ini dimintai keterangan. Proses (pemeriksaan) dikerjakan di Mapolsek kemudian ditarik ke Mapolres," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya