Musim Kemarau, Gulkarmat Jakarta Waspadai Dua Lokasi Ini

Kemarau Picu Risiko Kebakaran, Damkar DKI Fokus Mitigasi di Kawasan Padat

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 04 Agustus 2026, 13:12 WIB
Kebakaran melanda area tumpukan sampah dan lapak rongsokan di Jalan Darussalam, RT 14/RW 06, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, pada Selasa (14/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta meningkatkan upaya mitigasi kebakaran selama musim kemarau. Pengawasan difokuskan pada kawasan permukiman padat penduduk serta lahan terbuka yang dipenuhi ranting dan tumpukan sampah kering.

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan, setiap wilayah di Jakarta memiliki tingkat dan karakteristik kerawanan kebakaran yang berbeda. Namun, permukiman padat dan lahan terbuka menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian lebih saat cuaca kering.

“Setiap wilayah pasti punya potensinya gitu ya. Setiap wilayah tuh punya karakteristik masing-masing,” kata Bayu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Menurut Bayu, risiko kebakaran di lahan terbuka dapat meningkat akibat keberadaan ranting dan sampah kering. Material tersebut membuat api lebih mudah menyebar dan cepat merambat ketika kondisi cuaca sedang kering.

“Terutama itu tadi daerah-daerah terbuka ya, biasanya apa ranting apa namanya sampah gitu kalau terbakar sedikit tuh pasti rembetannya cepat apalagi dalam situasi yang kering, kira-kira itu,” ucap Bayu.

 

Perkuat Langkah Mitigasi

Untuk mengantisipasi potensi tersebut, Gulkarmat DKI terus memperkuat langkah mitigasi melalui edukasi kepada masyarakat serta pelatihan bagi relawan kebakaran yang telah dibina di berbagai wilayah.

“Iya terus mitigasi kemudian edukasi ya melalui pencegahan itu akan lebih baik. Kami bersama-sama, beberapa kali menekankan juga latihan terkait dengan juga dengan rekan relawan-relawan yang kami terus bina untuk bisa bersama-sama dengan warga, ya paling tidak bisa memitigasi,” katanya.

Bayu menekankan, kebakaran akan lebih mudah ditangani apabila api dapat dipadamkan sejak masih berukuran kecil sebelum meluas dan membesar.

“Karena buat kami prinsip api yang kecil itu mudah dipadamkan. Kalau yang sudah besar memang kamilah yang bisa memadamkan itu,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya