Liputan6.com, Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) akan menjual saham hasil pembelian kembali saham atau saham treasuri 2020 milai 18 Agustus 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (4/8/2026), perseroan telah merampungkan pelaksanaan pembelian kembali atau buyback saham pada 2020 yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juni 2020. Jumlah keseluruhan saham yang telah dibeli kembali sebesar 17.579.300 saham.
Advertisement
“Sampai dengan tanggal keterbukaan informasi ini, perseroan masih memiliki 4.876.200 saham hasil pembelian kembali yang belum dialihkan (saham treasuri 2020),” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Seiring diatur dalam Pasal 49 POJK Nomor 29/2023, pembelian kembali saham yang telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sebelum berlakunya POJK Nomor 29/2023 tetap mengikuti ketentuan dalam POJK Nomor 30/2017.
Seiring hal itu, perseroan akan menjual 4.876.200 saham treasuri 2020 melalui BEI. Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan penjualan saham treasuri 202. Adapun pelaksanaan penjualan saham treasuri 2020 akan dimulai pada 18 Agustus 2026.
“Harga pengalihan saham treasuri 2020 akan mengacu pada pasal 20 huruf (a) POJK Nomor 30/2017,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Berdasarkan data RTI, harga saham SRTG melemah 1,96% menjadi Rp 1.750 per saham. Harga saham SRTG dibuka stagnan di Rp 1.785 per saham. Saham SRTG berada di level tertinggi Rp 1.785 dan terendah Rp 1.745 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.721 kali dengan volume perdagangan saham 32.195 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,7 miliar.
Unitras Melepas 920 Juta Saham SRTG, Segini Nilainya
Sebelumnya, pemegang saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yakni Unitras Pertama melepas 920 juta saham SRTG. Langkah ini dilakukan untuk divestasi.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (27/4/2026), Unitras Pertama melepas 920 juta saham SRTG dengan harga Rp 1.770 per saham pada 24 April 2026. Nilai transaksi penjualan saham SRTG itu mencapai Rp 1,6 triliun.
“Tujuan transaksi, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi penjualan SRTG, Unitras mengenggam 24,84% atau setara 3.369.610.000 saham SRTG. Sebelumnya Unitras memiliki 31,62% saham SRTG. Nilai itu setara 4.289.610.000 saham SRTG.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 24 April 2026, harga saham SRTG turun 0,85% menjadi Rp 1.755 per saham. Saham SRTG dibuka naik 15 poin menjadi 1.785. Harga saham SRTG berada di level tertinggi Rp 1.785 dan terendah Rp 1.720 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.970 kali dengan volume perdagangan saham 9.264.479 saham.
Pada akhir pekan lalu, di pasar negosiasi tercatat transaksi saham SRTG mencapai Rp 1,6 triliun. Harga saham SRTG naik 0,51% menjadi Rp 1.550 per saham dari penutupan sebelumnya. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 2 kali dengan volume perdagangan saham 9.200.000. Harga saham tertinggi dan terendah di Rp 1.770 per saham.