Rahasia Hino Cetak Lulusan SMK, 86 Persen Langsung Terserap Kerja

Hino menilai lulusan SMK memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya mekanik, di industri otomotif nasional.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 04 Agustus 2026, 10:03 WIB
Cara Hino Gandeng SMK untuk Pemenuhan Mekanik di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan tenaga kerja terampil di industri otomotif, khususnya sektor kendaraan niaga, terus meningkat seiring berkembangnya bisnis purna jual (after sales). Untuk menjawab tantangan tersebut, Hino Indonesia Academy memperkuat kolaborasi dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui program kelas industri yang dirancang agar lulusannya siap bekerja.

Melalui program tersebut, Hino Indonesia Academy telah melatih ratusan guru dan ribuan siswa dari delapan SMK binaan di Indonesia.

Para peserta dibekali kemampuan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga mampu menangani berbagai persoalan yang kerap ditemui di lapangan.

Hino menilai lulusan SMK memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM), khususnya mekanik, di industri otomotif nasional.

Karena itu, perusahaan tidak hanya menghadirkan pelatihan tambahan, tetapi juga mengintegrasikan materi industri ke dalam kurikulum pembelajaran.

Pieter Andre, Hino Academy & Customer Center Division, menjelaskan bahwa Hino menjalankan program Pola Binaan Hino melalui Kelas Industri yang berisi 20 hingga 30 siswa di setiap angkatan.

"Kami memiliki program pola binaan Hino, Kelas Industri. Satu kelas itu 20 sampai 30 orang, sampai dengan tahun ini, dengan peserta total 203 dengan lulusannya itu 161, tingkat penyerapan 86 persen," ujar Pieter dalam diskusi bertajuk Membangun Generasi Vokasi Unggul untuk Industri Transportasi Indonesia Masa Depan di GIIAS 2026, Senin (3/8/2026).

Menurut Pieter, siswa yang belum memenuhi standar kompetensi tidak langsung ditinggalkan. Hino menyediakan program penguatan agar kemampuan mereka meningkat hingga akhirnya memiliki peluang terserap ke dunia kerja.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan optimistis tingkat penyerapan lulusan dapat mencapai 100 persen.

Saat ini, Hino telah bermitra dengan delapan SMK yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Tangerang hingga Jawa Timur. Ke depan, perusahaan menargetkan mampu merekrut sekitar 200 lulusan terbaik dari sekolah-sekolah binaan tersebut.

"Kita akan punya target untuk bisa menyerap siswa-siswa yang kompeten dari beberapa 8 SMK ini sebanyak 200 siswa. Sebab, perkembangan bisnis Hino di masa depan, khususnya di after sales, nah pasti kita membutuhkan banyak tenaga-tenaga muda, khususnya mekanik," kata Pieter.

 

Tantangan Pendidikan Vokasi

Cara Hino Gandeng SMK untuk Pemenuhan Mekanik di Indonesia

Kebutuhan mekanik muda dinilai akan terus meningkat seiring berkembangnya layanan purna jual Hino di Indonesia.

Oleh karena itu, sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri menjadi salah satu strategi untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten.

Sementara itu, Direktur SMK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan tantangan pendidikan vokasi tidak hanya terletak pada penyusunan kurikulum, tetapi juga pada kualitas dan regenerasi tenaga pendidik.

Menurut dia, banyak guru yang telah mengikuti pelatihan industri, memperoleh sertifikasi, serta menguasai teknologi terbaru kini mulai memasuki masa pensiun.

"Tiap tahun kita akan undang guru-guru dari SMK untuk mendapatkan refreshment ataupun update terkait dengan teknologi yang kami gunakan, ataupun problem-problem di lapangan yang terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, pembekalan kompetensi di tingkat SMK menjadi fondasi penting sebelum siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau mengikuti sertifikasi profesi.

Meski demikian, regenerasi guru masih menjadi pekerjaan rumah. Pasalnya, tidak sedikit tenaga pendidik yang telah mendapatkan pelatihan justru memilih beralih profesi.

"Namun ada saja, guru sudah mendapatkan ilmu, eh dia mencari alternatif pekerjaan lain. Itulah tantangan kami," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya